Alm Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah salah seorang sosok, vigur dan rule model ulama intelekt yang patriot yang telah berperan strategis dalam merebut, mempertahan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia sejak di usia belia, manusia dewasa yang pemberani gagah perkasa, orang tua yang alim-ustadz dan mujahid yang luar biasa hingga lansia di akhir hayatnya.
Simpulannya Alm Ajengan KH Sholeh Iskandar adalah ulama intelek yang patriot, bekerja ikhlas karena Allah SWT yang begitu banyak karya kemanusiaannya bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan (pendidikan, kesehatan, perekonomian rakyat, perumahan, keorganisasian sosial dll), sangat besar dan luas jasa kepahlawanannya untuk kemaslahatan rakyat, ummat, bangsa dan negaranya, berdampak positifnya berdiri dan tetap tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), diantaranya karya para ulama dan Al ustadz sahabatnya ajengan KH Sholeh spt alm Dr Muhammad Natsir, alm KH Nur Ali, alm KH Ahmad Sanusi, dll.
Bahkan hasil kajian dan penilaian TP2PG Kota Bogor berdasarkan dokumen autobiografi (data dan fakta, serta sejumlah kesaksian) yang ada dan kami miliki tentang alm ajengan KH Sholeh Iskandar sangat memenuhi syarat dan sangat layak mendapat penghargaan dari negara sebagai Pahlawan Nasional, bahkan persyaratan-persyaratan itu melebihi dari apa yang ditentukan UU RI tentang Pemberian Gelar Kepahlawanan.
Seminar “Membedah Pemikiran dan Gerak Langka Alm KH Sholeh Iskandar dalam Pembangunan Nasional” yang digelar pada hari Sabtu 22 Juli 2023 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor yang apik dengan arsitek yang menarik, dihadiri sejumlah guru sejarah SMP se-Kota Bogor.
Seminar itu dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor atas nama Wali Kota Bogor, dan turut hadir sekaligus memberi sambutan adalah bapak Rudi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor, dan laporan pelaksanaan Seminar oleh Ketua Yayasan Hanjungan Bodas, Akang Rd Ace Sumanta, tokoh budayawan Sunda Bogor, yang juga mendapat amanah Wakil Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Orwil Khusus Bogor.
Keynote seminar pada acara pembukaan disampaikan Rektor UIKA Bogor, Prof Dr H Endin Mujahidin, sahabat saya. Beliau telah menjelaskan jasa-jasa kepahlawanan alm KH Sholeh Iskandar, salah satu mega-karyanya ajengan adalah penggagas, pendiri dan pelaksana pembangunan UIKA Bogor, yang nilai-nilai dan pemikiran ajengan KH Sholeh Iskandar menjadi visi dan misi yang dipedomani dan diperjuangkan Civitas Akademika UIKA Bogor hingga kini, subhanallah.
Seminar Kepahlawanan yang bermakna sejarah tersebut terlaksana berkat adanya kerjasama yang baik dan profesional Yayasan Hanjuangαn Bodas bermarkas di gedung Kemuning Gading Kota Bogor, dengan TP2PG Pemkot Bogor, UIKA Bogor dan MPW ICMI Orwil Khusus Bogor.
Seminar yang membahas pemikiran ajengan KH Sholeh Iskandar tersebut mengundang 4 orang pembicara dengan topik masing-masing. Mereka sebagai nara sumber dan pemakalah seminar tersebut adalah Dr Arief Badrudin (Sekretaris TP2GD Kota Bogor, kini Lurah Menteng Kota Bogor).
Saya Dr Apendi Arsyad (muridnya alm KH Sholeh Iskandar, Pendiri dan ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior/Akademisi Universitas Djuanda Bogor, anggota TP2GD Kota Bogor), Rd Ace Sumanta SIP, SAg (Ketua Yayasan Hanjuang Bodas, Anggota TP2GD dll) dan Sekum MPW ICMI Orwilsus Bogor adinda Audhillah SP, MSi (Aktivis NGO dan Konsultan).
Keempat narsum tersebut telah menyusun makalah dan materi sajian berupa Power Point (Ppt) yang bagus dan menarik, sudah dishare di beberapa medsos WAG dan insyaAllah bisa viral di dunia maya agar masyarakat dan bangsa Indonesia mengetahui dan paham secara benar sejarah (the true history) bahwa di daerah Bogor ada ulama intelekt yang patriot, amat besar jasa kepahlawanannya bagi tegak kokohnya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Hal itu sangat penting makna pelajaran sejarah tersebut bagi generasi penerus kepemimpinan bangsa dan negara di era millenial yang sarat ketidakpastian (distruption era), dimana kini sedang terjadi fenomena sosial berupa pertarungan hegemoni budaya “asing dan aseng” melawan budaya Melayu Islam yg merupakan inti budaya (core culture) dari Masyarakat Nusantara, warisan Kesultanan yang didalamnya diwarnai peran dan fungsi ulama dan Kiyai host serta cendikiawan muslim Indonesia. Hal ini kita wajib mewaspadai dan mengantisipasinya demi eksistensi NKRI harga mati.
Alhamdulillah, para ulama dan Kiyai Haji (KH) para pelaku sejarah tersebut kini sudah banyak yang wafat dan sudah ada sebagian diantaranya mendapat penghargaan negara RI sebagai Pahlawan Nasional, kecuali alm ajengan KH Sholeh Iskandar yang kini sedang kita perjuangkan.





