Kurangnya Perhatian Pemkab Bogor untuk Menghormati Kepahlawanan Sholeh Iskandar

oleh -364 views

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Gambar Kapten Sholeh Iskandar ini, yang diposting di WAG ICMI Kota Bogor, saya pernah melihatnya juga, ada terpasang di dinding ruang sidang pleno utama gedung DPRD Kab. Bogor di Cibinong City-Kab. Bogor, akan tetapi aneh tokoh masyarakat (tokmas) dan para elite politik lokal dan pemerintahannya nampak kurang perhatian memperjuangkan menjadi Pahlawan Nasional, dimana tampak “gusture” agak pasif, cuek dan bahkan bersikap kurang peduli (permisif).

Faktanya, mohonlah dicermati, disimak dan diteliti, sampai kini adakah nama sosok Ajengan KH Sholeh Iskandar diabadikan pada nama sebuah jalan raya, gedung atau monumen, setahu saya AA belum ada (tek ayak). Bahkan ironinya pada Monumen Perjuangan Kemerdekaan RI yang ada di Lw Liang Bobar, berdiri kokoh di depan Kantor Camat Lw Liang saya pernah saksikan, observasi di Tugu Monumen Kepahlawanan tsb pada tgl 10 November 2024, ketika saya diundang sebagai Narsum Memperingati Hari Pahlawan di kantor Kecamatan Lw Liang, dimana gambar sosok Sholeh Iskandar tidak ada, di relief. Padahal di bagian relief Tugu bagian kanannya nama Sholeh Iskandar tertulis sebagai Komandan BKR-TKR Lw Liang Bobar, beserta nama-nama anggota pasukannya. Sedangkan bagian depan ada 2 gambar anak buahnya Ajengan KH Sholeh Iskandar yakni Dasuki Bakri dan Tarmat Wijaya. Saya melihatnya, ada ketidakwajaran penulisan sejarah di masa Orba, yang faktanya ada di Monumen tsb. Hal ini sudah pernah saya protes dalam tulisan saya AA yang dipublikasikan di medsos Jurnal,Bogor dan sejumlah WAG, kalimat protes keprihatinan itu, dialamatkan kepada Bupati Bogor yth Bpk Rudi Susmanto. Bahkan saya AA pernah menemui Bpk. Bupati Bogor diacara buka shaum Kadinya Kab. Bogor thn 2024, sambil menyerahkan buku Kepahlawanan Ajengan KH. Sholeh Iskandar kepada beliau.

Kemudian Tulisan protes tsb sudah saya masukan atau dipublikasikan ke dalam salah satu konten buku saya berjudul “Memperjuangkan Ajengan KH Sholeh Iskandar Menjadi Pahlawan Nasional”, terbit Edisi Revisi Mei 2025, IPB Press, 227 halaman. Bagi yang berminat untuk mendapatkan buku tsb, ada dijual di Maal Botani Square, IPB Press Corner-Serambi IPB, Baranang Siang Kota Bogor, harga bukunya @ Rp. 70.000,-. Buku tersebut merupakan bukti kecintaanku kpd Ajengan KH Sholeh Iskandar yang memiliki 6 (enam) best characters yang saya tulis dalam buku saya tersebut, haraplah dibaca gen Zi agar paham sejarah perjuangan bangsamu!

Baca :  BIN Gelar Rapid Test di Pasar Cibinong, 4 Orang Reaktif Covid-19

Saya juga prihatin melihat sangat kurangnya perhatian Pemkab Bogor, faktanya ketika saya dkk bernapak tilas, berkunjung ke monumen-monumen dan jejak sejarah peninggalan (legasi) perjuangan Ajengan KH Sholeh Iskandar dkk pada pertengahan Agustus 2024. Kami dari rombongan TP2GD Kota Bogor menemukan lokasi pertempuran antara pasukan Hisbullah komandannya Sholeh Iskandar melawan tentera Penjajah Belanda/KNIL, peristiwa itu diabadikan sebuah Monumen Tank Baja Spearmen beratnya berton-ton, yang dihancurkan Tentera Hisbullah/TNI AD Batalion O Siliwangi pimpinan Kapten Sholeh Iskandar di Desa Tari Kolot Kec. Cibungbulang, akan tetapi amat disayangkan kondisi Monumen tsb tidak terawat, kumuh, bangunan Monumen retak-retak dan lahannya sebagian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar menjadi bangunan tempat tinggal/rumah rakyat. Begitupun makam almarhum Kapten Sholeh Iskandar, mantan Komandan Batalion O TNI Siliwangi dan mantan Komandan Kodim Lebak Banten, pusaranya amatlah sederhana, dengan kondisi jalan masuk menuju pusaranya juga di gang sempit dibelakang rumah rakyat, jalan seadanya dan bersemak, jika dalam kondisi hujan berlumpur. Nampaknya tidak pernah ada alokasi dana APBD Kab.Bogor yang digelontorkan untuk merenovasi perbaikan komplek pemakaman dan atau membangun insprastruktur jalan masuk ke TPU Barengkok, tsb.

Berdasarkan fakta tsb, maka saya berani menyimpulkan bahwa Pemkab. Bogor sangat kurang bahkan ada kesan tidak ada kepeduliannya sama sekali terhadap jasa-jasa Pahlawan, khususnya jasa kepahlawanan Ajengan KH Sholeh Iskandar, ulama patriot-panutan, adalah putra asli daerah Kab. Bogor (lahir di Desa Pasarean, Cibatok tgl 22 Juni 1922) dengan basis daerah perjuangan/pertempuran di daerah Bogor Barat (daerah pegunungan Handeulem) dan Banten, almarhum KH Sholeh Iskandar dengan meninggalkan banyak warisan (legasi) budaya benda dan nonbenda, tidak kurang ada 20 jenis/macamnya (Edi Sudarjat, 2025). Yang hingga kini tetap eksis, berkembang pesat keberadaannya di tengah masyarakat Bogor, dimanfaatkan oleh rakyat untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia (human basic needs) , seperti sapras ponpes (Darul Falah, Darul Muttaqien, Ulil Albab dan Annisa), kampus Penguruan Tinggi Islam (UIKA Bogor), Rumah Sakit Islam Kota Bogor, Perbankan Syariah (BPRS Amanah Ummah Lw Liang), BKSPPI, ICMI Orwil Khusus Bogor, Mesium Perjuangan Bogor, Masjid Raya Bogor, Masjid Al Hijri, LPPOM, DPP Legiun Veteran RI, Orpol Masyumi, Ormas Perbata, Ormas Barisan Tani, Bengkel Mobil Koraseri memperkerjakan para bekas pejuang kemerdekaan 1945, Perumahan Rakyat Modern di dunia ketiga di Desa Pasarean Cibatok/Cibungbulang Bobar sebagai daerah perjuangan, dibumi hanguskan zholimun penjajah Belanda pada agresi 1 dan 2, yang telah karya monumental tsb mendapat penghargaan Lembaga Internasional UNESCO-PBB, sapras Pendidikan Dasar (TK, SD) dan Menengah (SMP, SMA/SMK) Yayasan An Nur Desa Pasarean Kec. Cibungbulang Bobar, dll

Baca :  Tekan Angka Kematian, Pemkab Bogor Optimalkan Program KBPP

Jadi, berdasarkan catatan sejarah bahwa Ajengan KH Sholeh Iskandar, bukanlah termasuk Pahlawan “kaleng-kaleng”, akan tetapi almarhum Ajengan KH Sholeh Iskandar merupakan sosok dan vigur pejuang murni-sesungguhnya, tekun bekerja keras, cerdas dan ikhlas karena Allah SWT, dengan begitu banyak jasa dalam 3 fase perjuangan yaitu fase di masa merebut Kemerdekaan RI dari penjajahan Belanda, mempertahankan Kemerdekaan RI dari serbuan tentera penjajah Belanda/KNIL dan fase ketiga, almarhum Ajengan mengisi Kemerdekaan RI dengan membangun lk 20 lembaga yang menjadi kebutuhan umat, bangsa dan negara/NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, sejak beliau meminta pensiun dari militer/TNI AD, terakhir sebagai Komandan Kodim Lebak. Ajengan KH Sholeh Iskandar semasa hidupnya pernah berucap langsung kepada saya AA di Hotel Indonesia Jakarta sekitar tgl 5-7 Desember 1991, acara Silaturrahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI pertama, bahwa Ajengan Sholeh sempat berkata.. “Saya meminta pensiun dari tugas TNI-AD dengan niat dan maksud membalas budi Rakyat Desa, yang telah memberikan bantuan perlindungan/persembunyian kami para pejuang di rumah mereka, juga Ajengan teringat budi baik Rakyat Desa memberi makan kami para pejuang/gerillawan dengan kiriman Nasi Bungkus..”. Ketika saya mendengar kalimat mulia tsb. Saya AA sungguh sangat terharu dan saya memperoleh sebuah pelajaran berharga (a lesson learned) yang terindah dan sangat berkesan dalam hidup saya, Ajengan Sholeh/Pendiri dan Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor pertama 1991-1992 (beliau wafat 14 April 1992 di rumahnya jln Kasintu TamanHeulang Kota Bogor, siang setelah sholat zhuhur dan sehari sebelum wafat, memimpin rapat konsolidasi ponpes BKSPPI), diwaktu itu, sosok manusia yang beraklaq mulia (akhlaqul karimah), sangat layak menjadi ulama patriot-panutan, subhanallah.

Baca :  Tangani PMK, Pemkab Bogor Terjunkan 100 Mahasiswa dan Dokter Hewan

Saya pun berani menilai lebih jauh, sangat berbeda jauh dengan sikap dan kebijakan Pemkot Bogor, telah berjuang dengan sungguh-sungguh dengan telah membentuk TP2GD Kota Bogor sejak thn 2016 dan Walikota Bogor juga telah memberi jalan utama BOOR/jln Tol menjadi jalan KH. Sholeh Iskandar pada tahun 2001 dengan SK Wali Kota Bogor Bpk Iswara Natanegara. Sementara Pemkab Bogor berpusat pemerintahannya di Cibinong, bersikap sebaliknya, diam saja (cicing waek), permisif, sebuah sikap yang tak terpuji..”Jasmerah” Jangan melupakan sejarah, jika ingin menjadi bangsa yang besar/berkemajuan dan berkeadaban,.. kata Bung Karno, Sang Proklamator RI, Presiden RI pertama.

Sekian dan Terima kasih, mudah-mudahan kehadiran tulisan ini, hendaknya bisa menggugah para Tokoh Masyarakat, tokoh politik dan Pejabat Pemerintahan Kabupaten Bogor, bergerak untuk memperjuangkan Ajengan KH Sholeh Iskandar menjadi Pahlawan Nasional pada tahun mendatang, dan mengabadikan nama KH Sholeh Iskandar pada salah satu jalan utama atau nama sebuah gedung yang prestisius yang berdiri kokoh di Kota Cibinong, sehingga Kepahlawanan KH Sholeh Iskandar selalu dikenang Rakyat Tegar Beriman Kabupaten Bogor, dan betul-betul motonya “Bogor Hebat dan Istimewa”.

Akhirul kalam, semoga Allah SWT mengijabah doa kita Rakyat Bogor, agar Ajengan KH Sholeh Iskandar bisa dikukuhkan oleh Presiden RI Bpk Jenderal-Purn Prabowo Soebianto sebagai Pahlawan Nasional, demi marwah Wargi Bogor, Aamiin-3 YRA. ***

Gallery and Ecofunopoly, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel. Sindangsari, Botim City West Java, Sabtu 15 November 2025.###

Penulis adalah Ketua Wandik Kota Bogor 2013-2019/Pencetus pertama di media massa, bergerak memperjuangkan KH Sholeh Iskandar Menjadi Pahlawan Nasional, 7 November 2015, Anggota TP2GD Kota Bogor 2016-2025, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor 1986-2024,Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-Tulisannya di Media Sosial dalam Rangka ikut serta berkontribusi mewujudkan keberhasilan visi dan misi Indonesia Emas tahun 2045