BOGOR (Lead.co.id) – Kota Bogor dikenal sebagai kota hujan dengan curah hujan tinggi dan ekosistem hijau yang menjadi daya tarik utamanya.
Namun, keindahan itu kini menyimpan ironi. Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa pohon tumbang menjadi ancaman serius bagi masyarakat Kota Bogor.
Dan naas, peristiwa itu kembali meneror masyarakat. Tepatnya pada hari Kamis, 13 November 2025, di jalan Malabar, Kecamatan Bogor Tengah, sebuah pohon besar tumbang karena iklim yang ekstrim.
Menurut Raisa Nur Novianti, Ketua PK KNPI Bogor Tengah, kasus pohon tumbang yang mengulang di Kota Bogor adalah bentuk lambannya Dinas Perumkim memitigasi potensi tumbangnya pohon-pohon yang ada di Kota Bogor.
”Kita sayangkan kinerja Dinas Perumkim yang lamban dalam merespon peristiwa tumbangnya pohon,” kata aktivis perempuan yang kerap disapa Ica itu kepada pers, Kota Bogor, (13/11/2025).
”Mereka nampaknya tidak belajar dari beberapa kasus sebelumnya. Peristiwa ini tentu tidak bisa dimaklumi begitu saja. Sebagai warga dan juga seorang perempuan, saya trauma!,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ica menyebut peristiwa pohon tumbang tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga memakan korban jiwa dan merusak infrastruktur publik seperti jaringan listrik PLN, fasilitas jalan, hingga kendaraan warga.
”Dalam kasus ini, Pemerintah harus hadir. Potensi-potensi buruk yang akan terjadi mustinya sudah terbaca dan dicarikan solusinya. Jangan hanya bertindak ketika ada kasus,” tegasnya.
”Masyarakat kita sudah ada yang menjadi korbannya. Belum lagi disusul dengan kerugian immateri dan material yang dialami warga, atau fasilitas publik seperti jaringan listrik PLN yang rusak karena ditimpa pohon,” sambungnya.
”Fenomena ini bukan sekadar akibat buruknya iklim, melainkan refleksi dari lemahnya tata kelola pohon perkotaan yang belum terintegrasi antara perencanaan, perawatan, dan mitigasi risiko.
Di akhir kesempatan, Ica menyebut Pemerintah Kota Bogor perlu membagi fokus atau perhatian dalam soal lingkungan.
”Kita tentunya perlu menanam pohon di lahan-lahan kritis. Tapi hal lain yang sama perlunya adalah menjaga dan merawat pohon agar tidak menjadi buah simalakama bagi masyarakat,” tutupnya.
Pohon Tumbang di Malabar, KNPI Bogor Tengah Kritik Kinerja Dinas Perumkim





