LEAD.co.id | Pasca di terbitkannya surat edaran Walikota Bogor tentang pencegahan penyebaran virus corona/covid-19 di Kota Bogor. Belum berlaku efektif di beberapa tempat, seperti pasar tradisional di beberapa wilayah Bogor.
Berdasarkan hasil pantauan Lead.co.id (16/03/2020) terdapat kenaikan serta penurunan komoditi bahan pokok menyusul dampak virus corona/covid-19. Nurhamidah (40) pedagang sembako di Pasar Induk Jambu Dua mengatakan, kenaikan bahan pokok paling menonjol gula pasir dan bawang bombay.
“Gula pasir dari kisaran Rp. 11.000 sekarang jadi Rp. 16.000 – 18.000/kilo, Bawang bombay awal nya Rp.70.000/kilo sekarang Rp.180.000/kilo,” ujarnya.
Melalui pesan Whatsapp, Kasi Barang Pokok dan Barang Penting Dinas Perindustrian dan Peradangan Kota Bogor, Bayu Fitra Fahreza menyampaikan, situasi perkembangan harga kebutuhan pokok di 2 (dua) pasar tradisional di Kota Bogor yakni pasar Kebon Kembang dan Pasar Baru Bogor tanggal 16 Maret 2020 seperti berikut;
1. Komoditi yang mengalami kenaikan di Pasar Kebon Kembang, sbb :
a. Cabe Rawit Merah naik 38% dari 40rb menjadi 55rb;
b. Bawang Putih Honan naik 13% dari 40rb menjadi 44rb;
c. Bawang Putih Kating naik 7% dari 45rb menjadi 48rb.
2. Komoditi yang mengalami penurunan di Pasar Kebon Kembang, sbb :
a. Minyak Goreng Curah turun -4% dari 12.500 menjadi 12rb;
b. Cabe Rawit Hijau turun -7% dari 30rb menjadi 28rb;
c. Cabe Ijo Besar turun -7% dari 28rb menjadi 26rb;
d. Kacang Kedelai Lokal turun -17% dari 12rb menjadi 10rb.
3. Komoditi yang mengalami kenaikan di Pasar Baru Bogor, sbb :
a. Gula Pasir lokal naik 6% dari 16rb menjadi 17rb;
b. Cabe Rawit Merah naik 40% dari 40rb menjadi 56rb;
c. Bawang Putih Honan naik 13% dari 40rb nenjadi 45rb;
4. Komoditi yang mengalami penurunan di Pasar Baru Bogor, sbb :
a. Minyak Goreng Curah turun -4% dari 13.500 menjadi 12rb;
b. Kacang Kedelai turun -17% dari 12rb menjadi 10rb.
Masyarakat berharap ada langkah yang bisa di lakukan oleh pemerintah untuk menekan kenaikan harga pokok di tengah penyebaran virus ini.





