Site icon LEAD.co.id

Dandim Kota Bogor Hadiri Dialog Kebangsaan di Unpak

LEAD.co.id | Dialog Kebangsaan merupakan salah satu pondasi yang harus ditanamkan kepada generasi muda sejak dini, khususnya disetiap lembaga pendidikan, yang mana hal tersebut untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bertempat di Aula Graha Pakuan Siliwangi Universitas Pakuan, Kamis (19/12/2019), Dandim 0606/KB, Kolonel Arm Teguh Cahyadi menghadiri Dialog Kebangsaan yang mengusung tema ”Peran Mahasiswa Merawat Kebhinnekaan dalam Menjaga Keutuhan NKRI”.

Selain Dandim 0606, hadir dalam giat tersebut Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Dr. M. Arsal Sahban, SH, S.IK, M.H, M.M, lalu Kasi Pembinaan Politik Kesbangpol Kota Bogor, Frans Martin Rubino, Dekan Fakultas Hukum Univ. Pakuan, Rd. M. Miradi, SH, MH, Dosen Universitas Pakuan, Iwan Darmawan, SH, MH serta Wakil Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Sdr. Anto Siburian.

Dalam arahannya, Dandim 0606/Kota Bogor memberikan materi tentang Peran strategis TNI dalam merawat kebinekaan untuk menjaga keutuhan NKRI, lalu tentang membangun kesadaran berbangsa dan bernegara kepada generasi Muda khusunya Mahasiswa.

Menurutnya, Indonesia ini sangat stategis, peran mahasiswa kedepanya sangatlah penting guna membagun Indonesia Emas di tahun 2045. “Dan saat ini, Indonesia sedang menghadapi persaiangan Global, baik dari segi ekonomi maupun digital,” kata Dandim.

Oleh karena itu lanjutnya, mahasiswa sebagai kaum intelektual perlu diberikan pembinaan tentang Kebhinekaan, persatuan dan kesatuan bangsa dengan tujuan dan harapan untuk menumbuhkan nilai nilai kebangsaan, membentuk sikap disiplin, jujur, loyal dan bertanggung jawab, serta menumbuhkan motivasi supaya lebih semangat belajar.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolresta menyampaikan bahwa, Indonesia adalah bangsa majemuk yang memiliki berbagai macam suku. Maka, dengan itu kita wajib merawat dengan menghindari benturan – benturan antar peradaban.

Dirinya melanjutkan, beberapa hal yang dapat merusak dan memecah belah keutuhan NKRI yaitu mewabah nya isu – isu Hoax yang dapat membuat konflik. “Maka, hal hal tersebut perlu kita waspadai,” tambah dia. (Hera)

Exit mobile version