GMNI Hukum Unpak Gelar PPAB di tengah Krisis Kemanusiaan

oleh -641 views
GMNI, Unpak, PPAB, Krisis, Kemanusiaan
GMNI Komisariat Hukum Universitas Pakuan melaksanakan PPAB, di ICBB-Complex, Kelurahan Situgede, Kota Bogor, Sabtu - Minggu, 21-22 November 2020.

LEAD.co.id | Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Hukum, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Pakuan melaksanakan Pekan Penerima Anggota Baru (PPAB), di ICBB-Complex, Kelurahan Situgede, Kota Bogor, Sabtu – Minggu, 21-22 November 2020.

Kegiatan yang bertema “Konstitusi UUD 1945 & Pancasila Sebagai Dasar Perjuangan Marhaenisme” ini dilaksanakan untuk memasifkan kaderisasi di tengah krisis kemanusiaan yang berimbas pada hilangnya identitas bangsa.

Wakabid Kaderisasi DPK Hukum GMNI Universitas Pakuan (Unpak), Zayyanul Iman Al-Fadhilla menyatakan bahwa, pengkaderan adalah suatu kekuatan rakyat di dalam wadah (organisasi) untuk menempa mental dalam menghadapi perubahan.

Baca :  Isu Kebebasan Berpendapat Menjadi Sorotan Dalam Diskusi Online 'Darurat Demokrasi'

“DPK GmnI Hukum Unpak akan terus mengupayakan dalam memasifkan pengkaderan,” tegas Zayen sapaan akrabnya.

Dia juga memaparkan, bangsa Indonesia telah siap menerima tantangan era modernisasi. Namun di sisi lain, permasalahan sosial seperti kemiskinan dan pengabaian HAM juga tidak lepas dalam roda perkembangan bangsa ini. Hal itu, kata Zayen, menunjukan “bangsa ini sedang mengalami krisis kemanusiaan yang berimbas pada hilangnya identitas bangsa”.

DPK GMNI Hukum Unpak mengajak seluruh kaum muda untuk bersatu padu membangun kekuatan bangsa, menjadi bangsa yang utuh dan berdaulat agar mampu menciptakan sejarah dalam setiap aspek perjuangan rakyat Indonesia, serta turut andil dalam perubahan dan kemajuan bangsa Indonesia saat ini.

Baca :  Student Creative Event Unpak Menjadi Wadah Kreatif Pelajar SMA

“Dengan itu, kita bisa menggoreskan tinta dalam catatan sejarah bangsa Indonesia menuju perubahan kearah yang lebih baik,” sebut Zayen dalam Keterangan Pers, Minggu (22/11).

Sementara itu, Aditya Pratama Komisaris DPK GMNI Hukum Unpak memaparkan, 10 tahun ke depan Indonesia akan masuk dalam kondisi bonus demografi. Karenanya, intelektual serta integritas kalangan milenial harus terus digali, serta potensi besar yang ada dalam kalangan muda harus terus di kembangkan.

“Basis massa milenial harus menjadi ujung tombak perubahan Bangsa,” tambah Aditya.

Dia berharap, Kader GMNI dapat menjunjung tinggi rasa kemanusiaan sebagai dasar dalam kehidupan ber-Bangsa dan ber-Negara dan bermasyarakat, serta mengedepankan etika maupun moralitas sehingga memunculkan keindahan (estetika) dalam berkehidupan di dalam asas Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, sosio-religi (Marhaenisme) sesuai amanah Pancasila dan UUD 1945.

Baca :  Raperda Perlindungan HAM Kota Bogor Harus Pastikan Hak Dasar Kemanusiaan

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *