Danone dan Umar Usman Luncurkan Damping Inkubator Bisnis

oleh -206 views
UMKM, Danone, Kampus Umar Usman, Inkubator Bisnis

JAKARTA (LEAD.co.id) – Danone Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) bersama Kampus Bisnis Umar Usman meluncurkan Damping Inkubator Bisnis secara online, pada Kamis (1/7/2021) Program ini merupakan kelanjutan dari kompetisi bisnis yang telah berlangsung sebelumnya yang diikuti lebih dari 200 pendaftar dari seluruh Indonesia.

Acara ini diawali dengan talkshow bersama narasumber yang membahas seputar kolaborasi oleh berbagai pihak sebagai langkah konkrit mendukung kemajuan UMKM, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Lily Jasmine, Direktur Kampus Bisnis Umar Usman menyampaikan, peningkatan kasus Covid-19 akan kembali berdampak pada sektor ekonomi, tak terlepas sektor UMKM.

“Kebijakan pemerintah akan Kembali dikeluarkan dan memungkinkan adanya pembatasan aktivitas masyarakat sehingga menjadikan ruang gerak UMKM menjadi semakin sedikit,” tambah Lily.

Karenanya, melalui program yang dirancang bersama Danone Indonesia ini, pihaknya berharap menjadi wadah berkembangnya inspirasi dan pengetahuan baru bagi pelaku UMKM agar dapat survive dan berkembang melalui akses pelatihan, pendampingan, bahkan peluang kolaborasi yang disediakan.

Baca :  YBM PLN Hibahkan Alat Masak Kepada Pelaku UMKM Kota Bogor

Sesi talkshow dipandu oleh Nur Asni Gani selaku Dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan narasumber Christina Agustin selaku Asisten Deputi Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI, Karyanto Wibowo selaku Sustainable Director Danone Indonesia, Roy Baskoro selaku Ketua Komunitas Fokus UMKM dan Muhammad Ravie selaku Founder Rafin’s Snack dan juga Alumni Kampus Bisnis Umar Usman Bersama.

Christina menyampaikan, Kementrian Koperasi dan UKM terus mendukung segala upaya dan program-program untuk mengembangkan UMKM di Indonesia. Berbagai program dari pemerintah dilakukan dari hulu sampai ke hilir dan terus membuka peluang-peluang kolaborasi, mendorong terbentuknya inkubator bisnis, agar UMKM di Indonesia bisa bersaing dan dapat memberikan dampak yang lebih luas pada skala nasional.

Baca :  Kolaborasi Percepatan Transformasi Digital UMKM di Bogor

“Saya mengimbau kepada para peserta agar terus bersemangat dan memiliki keyakinan yang kuat, untuk meluaskan usahanya, serta jangan pernah merasa lelah untuk mencari ide ide baru, juga pengetahuan baru tentang dunia wirausaha,” tambah Christina.

Dalam paparannya, Karyanto Wibowo menjelaskan, bahwa, UMKM harus dapat naik kelas. Untuk menaikkan bisnis agar bisa terus sustain, pelaku usaha harus benar-benar memperhatikan dan meningkatkan kualitas produk atau kualitas service terutama jika ingin berorientasi ekspor.

Roy Baskoro dalam paparannya menyatakan, perubahan kondisi yang dihadapi masyarakat saat pandemi, menuntut pelaku UMKM melakukan 3 hal penting, yaitu pererat silaturahmi dengan komunitas, memperperluas jejaring antara komunitas UMKM, serta mencari mentor pendamping.

Baca :  Memberdayakan UMKM

Pada waktu yang sama Muhammad Ravie mewakili pelaku usaha muda juga menyampaikan, kolaborasi merupakan hal penting dalam membangun dan mengembangkan sebuah usaha. Kolaborasi antara generasi muda dan generasi tua misalnya, dapat membawa dampak yang baik jika dapat dilakukan.

“Generasi muda dapat memberikan ide-ide baru pengembangan produk dan memberikan ide mengenai perilaku dan keinginan konsumen sedangkan generasi tua yang lebih berpengalaman dapat memperkuat di bagian produksi dan pemasaran melalui jaringan yang telah ada,” tambah dia.

Usai perbincangan yang berlangsung secara hangat, acara dilanjutkan dengan kick-off dimulainya program Damping Incubator Bisnis dan diikuti pengumuman 7 peserta yang berhasil lolos dan menjadi tenant yang akan mendapatkan program inkubasi selama 6 bulan kedepan bersama dengan para coach tersertifikat.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Humas DD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *