Demo Bank Sahabat Sampoerna, Massa Aksi Sampaikan Sejumlah Tuntutan

oleh -1,230 views
Demonstrasi, Bank Sahabat Sampoerna, Massa Aksi, Tuntutan Aksi

SURABAYA (LEAD.co.id) – Sekelompok Mahasiswa dan Pemuda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Mandiri menggelar aksi demonstrasi di depan Bank Sahabat Sampoerna (BSS), Surabaya, pada Jumat (10/1/2021). Para Mahasiswa dan Pemuda tersebut membentangkan spanduk bertuliskan agar ijin BSS dicabut oleh OJK.

Koordinator Lapangan (Korlap), Ainur Rofiqi mengungkapkan bahwa, kasus Bank Sahabat Sampoerna (BSS) dari mulai lelang rumah yang harganya ditaksir 14 M dan kemudian dijual kurang dari 5 M serta lepas tangan pihak BSS perihal uang nasabah yang hilang disebabkan skimming. Baginya, sudah memenuhi syarat untuk kemudian OJK mencabut ijin BSS.

Baca :  Demo di KPK, Mahasiwa Minta Periksa Bupati Konawe Kepulauan

“Apalagi kami menduga kuat bahwa dalam lelang tersebut terjadi kesepakatan di luar kesepakatan antara pihak BSS dan pemenang lelang,” kata Ainur.

Dalam aksinya, Ainur Rofiqi juga menyayangkan sikap pihak BSS yang dinilai tidak humanis pada debitur karena menjual rumah di bawah harga wajar perumahan Galaxy Klampis Asri.

Tentu, kata dia, pelelangan yang tidak memenuhi syarat pra lelang dan menjual rumah di bawah standar atau harga sewajarnya adalah tindakan yang keliru dan tidak humanis.

“Bagi kami tindakan yang diambil oleh BSS tidak ubahnya seperti prilaku premanisme, hanya saja mereka berpakaian rapi dan punya kartu pengenal sebagai petugas Bank,” tambah dia.

Baca :  Kembali Berdemo, GASAC : Kejari Cianjur Tidak Adil !

Selain hal itu, Rofiqi beserta masa aksi yang hadir pada saat unjuk rasa tersebut juga meminta agar BPK dan KPK ikut serta untuk mengaudit BSS serta memeriksa pihak-pihak yang ikut dalam kasus pelelangan rumah yang diduga kuat terdapat unsur grativikasi dan kongkalikong.

“Kami tegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan hari ini bukanlah aksi kami yang terakhir, aksi ini akan terus berlanjut sampai ijin BSS dicabut oleh OJK,” ujarnya.

Selain itu, kata Ainur, meminta BPK dan KPK untuk mengaudit dan memeriksa semua pihak yang diduga menerima gratifikasi pada lelang rumah 14 M dan terjual kurang dari 5 M.

Baca :  HMI Unpak Demo Tolak Pengesahan RKUHP

“Kami pastikan untuk demo selanjutnya akan ada jumlah masa yang jauh lebih besar lagi,” tandas Ainur.

 

Reporter: Moh Hasanuddin
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *