Dewan Pendidikan Kota Bogor Kawal Pesan Walikota: Kurikulum Harus Muat Sejarah dan Kearifan Lokal

oleh -100 views

BOGOR (Lead.co.id) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor tahun ajaran 2026 resmi dimulai hari ini. Dalam agenda itu, Dewan Pendidikan meneruskan pesan agar memuat sejarah dan kearifan lokal dalam kurikulum.

Acara pembukaan yang dipusatkan di SMP Negeri 18 Bogor ini ditandai dengan pencanangan gerakan penanaman pohon buah maupun pohon pelindung bagi siswa baru di seluruh jenjang pendidikan oleh Walikota Bogor, Dedie A. Rachim. Langkah tersebut digaungkan sebagai aksi kecil tapi nyata untuk masa depan lingkungan hidup dalam menghadapi perubahan iklim (climate change) dan potensi bencana global (global disaster).

Baca :  Puluhan Ormas Ikuti Pencerahan Sejarah di Museum Perjuangan Bogor

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, jajaran Dewan Pendidikan Kota Bogor menyatakan dukungan penuhnya terhadap gerakan hijau tersebut. Namun, selain isu lingkungan, Dewan Pendidikan menyoroti poin krusial lain yang disampaikan Walikota dalam arahannya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Rudi Suryanto menekankan bahwa pendidikan di Kota Bogor wajib menyelipkan unsur kearifan lokal, budaya, serta sejarah asli Bogor di dalam proses pembelajaran. Pasalnya, kata dia, Walikota Bogor tidak ingin generasi muda atau siswa di Bogor justru buta terhadap sejarah dan identitas kotanya sendiri.

“Kami sangat mendukung gerakan penanaman pohon sebagai respons konkret menghadapi global warming Namun, ada pesan khusus yang tidak kalah penting dari Bapak Walikota Dedie A. Rachim hari ini, yaitu penguatan karakter melalui kearifan lokal. Jangan sampai anak-anak Bogor asing dengan sejarah dan budaya tanah kelahirannya sendiri,” ujar Rudi Suryanto di sela-sela acara di SMPN 18 Bogor.

Baca :  Hari Pelajar Internasional, Hari Bersejarah bagi Dunia Pendidikan

Sesuai dengan kapasitas dan peran fungsinya, Dewan Pendidikan Kota Bogor di bawah kepemimpinan Rudi Suryanto berkomitmen penuh untuk mengawal dan mengupayakan agar pesan walikota pada pembukaan MPLS ini dapat terimplementasi dengan baik. Dewan Pendidikan akan mendorong agar muatan lokal, sejarah, dan kebudayaan Bogor benar-benar menjadi warna utama yang melekat dalam sistem pendidikan di Kota Bogor ke depan.

Adapun pelaksanaan MPLS 2026 di Kota Bogor ini berjalan berdasarkan regulasi Permendikdasmen No 12 Tahun 2026 yang mengusung konsep MPLS Ramah Kebijakan ini menekankan pengenalan lingkungan sekolah sejak hari pertama dengan prinsip aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk praktik perundungan maupun perpeloncoan.

Baca :  Pemuda & Mahasiswa Bergeraklah, Catatkan Sejarah

Salah satu program nasional yang diintegrasikan dalam MPLS tahun ini adalah 7KAIH (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat). Khusus untuk Kota Bogor, karakter siswa juga diperkuat melalui program Serbukatif (Seribu Kata Positif), sebuah gerakan pembiasaan tutur kata baik dan ramah anak yang digagas oleh Ibu Yantie Dedie Rachim.