BOGOR (Lead.co.id) – Sentra kuliner Teras Surken di jalan Suryakencana, Kita Bogor akan dikembalikan fungsinya menjadi jalan penghubung karena telah habis masa kontrak. Pusat kuliner tersebut kini sedang proses dibongkar oleh Dinas PUPR.
Sebelumnya, Teras Surken telah diresmikan pada bulan Agustus 2020 lalu yang diproyeksikan menjadi icon baru Kota Bogor. Setelah kembali difungsikan sebagai jalan penghubung, para pedagang kuliner itu direlokasi ke kawasan Rangga Gading.
Merespons itu, Aktivis Pemerhati Lingkungan dan Anti Korupsi, Moch Aldi menduga adanya permainan dan praktik KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dalam kontrak sentra kuliner Teras Surken tersebut.
“Saya menduga di sini ada bau – bau yang mengarah ke tindakan KKN, dikarenakan bangunan semi permanen dan paving block tersebut menggunakan anggaran APBD Kota bogor pada tahun 2020,” kata Aldi dalam keterangan pers, pada Jumat (12/5/2023).
Menurut dia, hal itu jelas ada permainan yang disengaja karena hanya menghamburkan anggaran. Pasalnya, jika memang awalnya dijadikan sentra kuliner kenapa tidak cari lahan yang kosong tanpa harus memakai jalan penghubung.
Dirinya pun mengancam, apabila dari bukti – bukti di lapangan ada permainan yang menjurus kepada praktik korupsi, maka pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke penegak hukum.
“Saya dan beberapa elemen Pemuda dan OKP akan melaporkan langsung ke penegak hukum untuk menciptakan Kota Bogor yang bersih dari korupsi,” pungkasnya.





