FKWUB: Perempuan Memiliki Peran Pengentasan Kemiskinan

oleh -479 views

PAMEKASAN (Lead.co.id) – Ketua Forum Kerukunan Wanita Umat Beragama (FKWUB) Pamekasan, Maghfiroh mengungkapkan bahwa perempuan juga memiliki peran dalam menyelesaikan persoalan sosial seperti kemiskinan.

Hal itu disampaikannya dalam workshop yang mengusung tema “Peran perempuan dan agama dalam mengentaskan kemiskinan” di cafe Manifesco, Jalan Raya Jalmak, Kecamatan kota, Pamekasan, Minggu (21/5/2023).

“Perempuan tidak sekadar sebagaimana pemahaman orang-orang di pelosok bahwa perempuan hanya memiliki peran di kasur, sumur dan dapur,” katanya.

Karenanya, acara ini juga sebagai penegasan bahwa perempuan memiliki peran penting juga dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dalam persoalan sosial.

Baca :  Warga Pamekasan Temukan Bayi dalam Kardus

“Acara ini merupakan salah satu gerakan untuk bagaimana mengajak perempuan lebih memahami tentang bagaimana perannya yang mampu menyelesaikan persoalan sosial, misalnya kemiskinan,” ujarnya.

Pembahasan mengenai realitas sosial, kata dia, tidak sekadar hanya dari kalangan pemuka agama, namun kaum muda khususnya perempuan juga wajib berperan. Apalagi, menurutnya, persoalan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tapi agama dan perempuan juga harus ikut serta. 

“Jadi, ajaran agama jangan hanya sebatas ibadah tapi harus memberi realisasi konkret dari persoalan sosial. Untuk itu, perempuan dalam hal ini pun juga harus turut serta,” ungkapnya

Baca :  Ketua IPPNU Cabang Pamekasan: Kenali Aswaja An-Nahdliyah

Tentu, menurut Maghfiroh, upaya itu perlu ditopang dengan kemampuan intelektual, kemapanan, kematangan dan kepekaan seorang perempuan agar dapat menempatkan dirinya untuk berpartisipasi mengkonkretkan doktrin dan ajaran agamanya demi kemaslahatan masyarakat pada umumnya.

“Sebagai perempuan, ya kita harus cerdas dengan terus belajar, harus mampu memiliki penghasilan sendiri dengan artian mandiri. Dengan begitu, untuk berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dapat kita lakukan bersama-sama sesuai dengan bidang kita masing-masing,” ujar dia.

Diketahui, acara workshop tersebut dihadiri seluruh pengurus dan anggota FKWUB Pamekasan, ketua FKUB Pamekasan, KH Muid Khozin, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Mathur Husairi (pemateri dalam acara itu), dan sejumlah aktivis perempuan yang ada di Pamekasan. (*/Aru Prayogi)