LEAD.co.id | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia. Kini, HMI sudah berumur 73 tahun sejak didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan dengan tanggal 5 Februari 1947.
Di momentum kelahiran HMI yang ke-73 tepat pada 5 Februari 2020, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur, Departemen Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP), mengajak para milenial menjadi penggerak kebangkitan bangsa.
Departemen PTKP Badko HMI Jatim, Basri mengatakan, dalam sejarah bangsa ini, Pemuda selalu menjadi penggerak kebangkitan bangsa, yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah contoh nyatanya.
Sebagai kader HMI yang dibesarkan di Pamekasan, Basri juga mengajak kepada semua kalangan pemuda di Pamekasan terlebih mahasiswa untuk selalu bangkit dan memiliki integritas perjuangan.
Selain itu, ia juga mengajak untuk bersama-sama saling bahu-membahu membangun Madura, khususnya Pamekasan agar lebih maju.
“Sebagai kader HMI dan juga bagian dari masyarakat mari tetap saling merangkul antara satu sama lain,” katanya, Rabu (5/2/2020).
Kemudian, kata Basri, pemuda sebagai insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam, dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil, makmur yang diridhoi Allah SWT, maka sebisa mungkin untuk memberikan yang terbaik dalam berkontribusi untuk umat dan bangsa.
Dikatakan, HMI sebagai wadah perjuangan yang sudah memberikan sumbangsih terhadap kebutuhan para aktivis mahasiswa dalam memperjuangkan hak rakyat sebagai kader umat dan kader bangsa.
“Bukan label yang mudah sebagai aktivis HMI yang berkomitmen penuh dalam menjaga dan mengawal negara kesatuan. Komitmen perjuangan yang selalu tertancap dalam setiap sanubari kader HMI,” ucap pemuda yang juga aktif di Komunitas Pamekasan Membaca (KOMAPK) itu.
Menurut Basri, Refleksi 73 tahun HMI berdiri harus menjadi renungan bagi setiap kader HMI. Apakah sudah maksimal perjuangan HMI sebagai kader umat dan kader bangsa. Apakah jiwa setiap kader memiliki semangat sebagai insan paripurna atau insan kamil.
Kemudian, apakah lima kualitas insan cita sebagai kualitas HMI telah memudar dan bermigrasi sebagai insan politis.
“Tentu harapannya adalah setiap kader HMI harus selalu menanamkan lima kualitas insan cita dalam mewujudkan cita-cita yaitu menuju masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT,” harapnya.
Lebih lanjur Basri mendoakan, semoga di umur 73 tahun, HMI akan semakin terbang tinggi dalam mewujudkan cita-cita setiap rakyat Indonesia dengan memegang teguh bekal yakni Iman, Ilmu dan amal.
“Iman, Islam dan Ihsan akan membawa kepada cahaya rahmat Tuhan. Sehingga, Bersinarlah HMI ku seperti terang sinarnya Bintang Arasy,” pungkasnya. (haz/nam)

