Aktivis Minta Pecat Staffsus Presiden Karena Cari Keuntungan

0
ATV, Penegak Hukum, Bonus Produksi, Pamijahan, Kabupaten Bogor
Eksponen Aktivis 98, Ali Taufan Vinaya (ATV)

LEAD.co.id | Beredarnya surat dari salah satu Staff Khusus (Stafsus) Presiden, dengan kop Sekretaris Kabinet Republik Indonesia kepada Camat se-Indonesia telah menggemparkan publik. Pihak aktivis menilai, surat tersebut kontra produktif dengan semangat gotong-royong penanganan Covid-19.

“Kalau di lihat, di baca, di pelajari dan di telaah, surat tersebut lebih kepada untuk penyediaan kelengkapan APD dalam percepatan penanganan penyeberan Wabah Covid19,” ungkap salah satu aktivis, Ali Taufan Vinaya (ATV) dalam keterangan pers yang diterima LEAD.co.id, Selasa (14/4/2020).

Ia menilai, surat Nomor 003/ S-SKP-ATGP/ IV/ 2020, perihal Kerjasama Sebagai Relawan Desa Lawan Covid-19, tertanggal 1 April 2020 ditanda tangani Oleh Stafsus Presiden Andi Taufan Garuda Putra, jelas telah menyalahi Aturan. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Stafsus Kepresidenan ini kontra produktif disaat Pemerintah sedang bahu-membahu dan bekerja semaksimal mungkin dalam pencegahan Penyebaran Covid19.

Baca :  Presiden Luncurkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro
Aktivis, Surat Staffsus, Presiden
Surat Staffsus Presiden RI kepada Camat se-Indonesia

ATV juga menuding Stafsus Presiden telah memanfaatkan situasi dengan mencari keuntungan disaat negara melawan pandemi Covid-19. Atas hal itu, eksponen aktivis 98 ini meminta Presiden Jokowi dan Pihak Istana, segera Memecat Staff Khusus Tersebut.

“Janganlah mencari keuntungan disaat negara dalam kondisi seperti ini.
Dan jangan juga kop negara berlambang Garuda tersebut dijadikan sebagai alat dan senjata untuk mencari Keuntungan Pribadi. Gaji yang beliau makan dan terima itu jelas dari rakyat. Harusnya dia sadar akan hal itu,” cetus eksponen aktivis 98 ini.

Baca :  Presiden Jokowi: Satu Visi dan Strategi Tangani Covid-19

Reporter: M. Ikhsan
Editor : Fardiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here