BOGOR (LEAD.co.id) – Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor Masa Bakti 2022 – 2027 telah resmi dilantik. Pelantikan dipimpin oleh Ketua PMI Jawa Barat, Adang Rochjana di Alun Alun Kota Bogor, pada Kamis (27/1/2022).
Berdasar Surat Keputusan (SK) PMI Provinsi Jawa Barat, Edgar Suratman ditetapkan kembali sebagai Ketua PMI Kota Bogor untuk ketiga kalinya, sedangkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjadi Ketua Dewan Kehormatan PMI Kota Bogor.
Ketua PMI Provinsi Jawa Barat, Adang Rochjana dalam sambutan mengajak jajaran pengurus PMI Jawa Barat maupun Kota Bogor untuk berbuat mulai saat ini dan dan jangan menunda-nunda apa yang bisa dilakukan.
Dirinya berpandangan organisasi di rasa bagusnya apabila pertama bermanfaat bagi internalnya, selanjutnya stakeholder dan bagi masyarakat sekitarnya.
“Mulai dari sekarang itu yang penting. The Power of Now, sekarang kita berbuat, evaluasi masa lalu dan mempersiapkan masa depan, jalankan dan jangan ditunda-tunda. Masa lalu sudah lewat, masa depan belum tentu sampai, jangan terlalu banyak pemikiran, berbuatlah dari sekarang,” katanya.
Ketua PMI Kota Bogor, Edgar Suratman usai dilantik menyampaikan bahwa, PMI mempunyai tanggung jawab untuk melakukan kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, sosial kemanusiaan memiliki derajat yang tinggi dibanding dengan yang lain.
Dia berharap kepada para pengurus yang 55 persen diisi wajah baru, agar memperkuat akses yang ada, mulai dari lokal, regional hingga nasional dan membuat terobosan-terobosan sesuai visi yang dimiliki.
Sementara itu, Dedie A Rachim berharap pengurus yang terbentuk dan disahkan mampu memenuhi harapan semua, khususnya Ketua Pengurus PMI Kota Bogor untuk mengembangkan dan mewujudkan PMI yang profesional, berintegritas dan bergerak bersama masyarakat.
Hal ini menjadi salah satu dasar penunjukkan individu-individu yang masuk dalam kepengurusan. Sebab, menurut Dedie, mereka memiliki kapasitas, jaringan dan kapabilitas.
Meski demikian, dia mengatakan bahwa, tantangan saat ini yang dihadapi adalah kondisi keuangan pemerintah. Pasalnya, dengan tugas yang cukup berat, PMI Kota Bogor harusnya mendapatkan hibah yang cukup besar.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

