Dilantik, PHRI Kabupaten Bogor Akan Tutup Jalur Puncak

oleh -447 views

BOGOR (Lead.co.id) – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor akan menutup jalur menuju kawasan Puncak untuk mencari perhatian wisatawan dengan kegiatan Puncak Fest, sebuah terobosan bagi pengurus baru.

“Ini tugas kami sebagai pengurus baru untuk menjalankan sisa program yang belum terealisasikan, agar peminat wisatawan terus berkunjung ke kawasan Kabupaten Bogor, khususnya kawasan puncak,” ucap Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Juju Djunaedi usai pelantikan, pada Kamis (6/10/2022).

Menurut dia, gebrakan yang akan dilakukan oleh PHRI Kabupaten Bogor periode 2022- 2027 yaitu membuat rangkaian acara mulai dari simpang Gadog hingga landing Paralayang di malam pergantian tahun baru nanti.

Baca :  Sambut Idul Fitri, Taman Safari Bogor Atur Skema Lalu Lintas

“Nanti ada spot, panggung, pameran UMKM dan kita juga bekerjasama dengan Satlantas Polres Bogor dan SKPD terkait,” ujar Djunaidi.

Selain itu, kata dia, PHRI juga pada hari ulang tahun tepat di bulan februari nanti, akan menggelar event kopi in kuliner ekspo se-Jawa Barat yang akan digelar di kawasan Sentul.

“Di hari jadi PHRI ini, kita juga akan menggelar kegiatan ivent kopi in kuliner eskpo se Jawa barat di Sentul,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto mengatakan, dalam Festival Puncak itu pihaknya mencoba untuk memfasilitasi pengunjung untuk datang ke kawasan puncak, sebagai tujuan wisata bagi warga Jabodetabek.

Baca :  Penipu Jual Beli Tanah di Puncak Bogor Ditangkap

“Tetapi dengan di adakannya aktifitas ini, istilahnya ada tontonan atau kegiatan bagi wisatawan yang datang ke puncak, insyaallah agak sedikit terhibur dengan kegiatan tersebut,” kata dia

Menurutnya, kegiatan ini salah satu file projek bagi pengurus PHRI baru yang sudah dilantik, agar kawasan wisata ini bisa mendongkrak penggunjung wisata yang sebelumnya terpuruk akibat dilanda pandemi 2 tahun lamanya.

Meski demikian, terobosan ini dibandingkan hari normal hanya 90 persen sebelum pandemi melanda kala itu.

“Kalau target sudah pasti, dan kita berharap kegiatan di pergantian tahun nanti bisa mencapai 100 persen, agar penggunjung bisa berdatangan untuk berlibur di kawasan puncak ini,” pungkas dia.