JAKARTA (Lead.co.id) – Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya melakukan pergantian pimpinan atau Direktur baru yang sebelumnya dipimpin oleh Kolonel (laut) purn Bangun Husodo kepada Kolonel (laut) Purn Samiyono, pada Selasa, 15 Maret 2022.
Agung Kwartama menjelaskan, selama kurang lebih empat tahun proses perjalanan kepimpinan Bangun Husodo telah memenuhi target yang sudah dicanangkan oleh pihak Yayasan, menjalankan operasional pendidikan sesuai persyaratan pendidikan tinggi dan Perhubungan Laut sebagai acuan dalam kegiatannya.
Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya merupakan perguruan Tinggi swasta di bawah Yayasan Nala yang pembinanya langsung berada Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono yang berdiri sejak 1967 dengan ribuan lulusan yang tersebar di dalam dan luar negeri terutama pelayaran niaga, kepelabuhan, kemaritiman dan bidang angkutan laut lainnya.
Dalam sambutannya, Samiyono mengaku akan meneruskan program-program yang sudah ada dan terus meningkatkan lulusan dari Taruna/I Akademi Maritim Nasional Jakarta Raya agar dapat diterima oleh perusahaan nasional dan internasional di bidang jasa angkutan laut dan logistik.
Program pokok peningkatan kualitas meliputi sarana, prasarana serta sumber daya manusia tenaga pendidik dan kependidikan agar mampu mengikuti perkembangan jaman saat ini dan meningkatkan banyak kerjasama dengan perusahaan-perusahaan angkutan laut dan sejenisnys agar lulusan diterima di pangsa kerja.
Hal ini untuk mendukung program pemerintah sebagai poros maritim dunia diharapkan Akademi Maritim Nasional Jakarta mampu menciptakan sumber daya kemaritiman yang sesuai dengan perkembangan jaman secara global dan berkiprah di kancah internasional sesuai harapan ketua Pembina, KSAL Laksamana Yudo Margono sewaktu pidato meresmikan Gedung Baru AMANJAYA tanggal 01 Oktober 2022 di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Peran dari Perguruan Tinggi Maritim sangat penting mengingat lebih dari 2/3 wilayah Indonesia merupakan perairan dan diharapkan lulusannya mampu meningkatkan roda ekonomi di seluruh Indonesia maupun berkarir di luar negeri yang masih sangat kekurangan akan tenaga pelaut saat ini.
Semua pihak terkait berharap Direktur baru mampu membawa perguruan Tinggi tersebut mengapai tujuan yang sudah direncanakan oleh Yayasan dan Pembina didalamnya.
Reporter: Jhonie

