Site icon LEAD.co.id

Diskusi Online: HIMAPIKANI Bicara Tentang LIN Maluku

Diskusi Online, HIMAPIKANI, LIN, LIN Maluku, Maluku

HIMAPIKANI melaksanakan kegiatan Diskusi Online via Zoom bertema “LIN Untuk Apa dan Untuk Siapa ?”, pada Senin (29/3/2021)

LEAD.co.id | Himpunanan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) melaksanakan kegiatan Diskusi Online via Zoom, pada Senin (29/3/2021). Diskusi ini bertema “LIN Untuk Apa dan Untuk Siapa ?”.

Kegiatan ini disambut baik oleh seluruh komponen mahasiswa maupun masyarakat umum. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang ikut berpartisipasi, kurang lebih seratus orang.

Kegiatan dimulai dengan doa bersama atas kejadian yang terjadi di Makassar dan Indramayu. Jan Tuheteru, Sekjend HIMAPIKANI yang terpilih dalam kongres XV di Palu ini mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada korban bencana.

“Kami dari segenap keluarga besar Himpunanan Mahasiswa Perikanan Indonesia turut berbelasungkawa atas kejadian pengebomanan dan kebakaran yang terjadi di Makassar dan Indramayu,” sebut Mahasiswa UMM ini.

Diskusi ini menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Ilham dari Bappeda Maluku dan Adhy dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Afir dari KIARA, dan Amrullah Usemahu selaku Demisioner Korwil Himapikani wilayah VII.

Alur diskusi di lanjutkan dengan penyampain dari para pembicara. Ilham dari Bappeda dalam paparannya mengatakan “LIN Maluku akan menjadi Prime Mover dalam peningkatan ekonomi Maluku dan Nasional”.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku sedang menyiapkan studi kelayakan pembanguan LIN Maluku. Hal ini menjadi sesuatu yang positif bagi seluruh Masyarakat Maluku untuk membuka lapangan pekerjaan baru.

Adhy dari KKP memberikan gambaran dari pemerintah pusat yang konsisten mengawal realisasi program pembangunan LIN Maluku. “KKP diminta untuk menyusun konsep ekonomi bisnis LIN Maluku, sedangkan PEMDA dan DKP ditugaskan untuk mempersiapkan lahan beserta studi kelayakan pembangunan,” ungkapnya.

“LIN Maluku akan didukung policy atau kebijakan yang mengatur secara utuh pembangunan yang pro terhadap kelestarian lingkungan,” imbuh dia.

Afif mewakili KIARA menyebutkan,  pembangunan LIN Maluku harus menjadi problem solver dalam mengentaskan persolan kemiskinan Maluku, mengingat Maluku merupakan Wilayah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi.

“Data BPS menunjukan bahwa Provinsi Maluku merupakan Wilayah dengan tingkat kemiskinan yang cukup tinggi,” ungkap Afif.

Pembicara terakhir yakni Amrullah Usemahu selaku Demisioner Korwil VII yang juga merupakan Wasekjen ISPIKANI mengatakan, selain pembanguna infrastruktur, Pemerintah perlu melihat Pembangunan SDM sebagai hal yang memiliki urgensi dan nilai yang kuat dalam menyukseskan pembagunan LIN Maluku.

Amrullah yang sedang menempuh pendidikan lanjutan di IPB memberikan dorongan kepada HIMAPIKANI untuk mengambil peran utuh dalam pembangunan perikanan.

“Pembentukan badan koordiansi sekolah vokasi perlu di inisasi hal ini di tujukan untuk membangun sinergitas pembangunan SDM dalam mengawal setiap pembangunan di sector perikanan,” sebut alumni UNIDAR ini.

Kegiatan diskusi online ini berjalan cukup interaktif antara pembicara, moderator dan peserta. Hal itu dapat dilihat dengan adanya berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta kepada para pembicara.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version