Dituding Jadi Penghambat, BPN Bogor Fokus Perbaikan Pelayanan

oleh -202 views
BPN Bogor, Sepyo Achanto, Fokus, Perbaikan, Pelayanan
Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto

LEAD.co.id | Kepala Kantor (Kakan) BPN Kabupaten Bogor, Sepyo Achanto mengaku terus melakukan perbaikan pelayanan pada instansi yang dipimpinnya. Dia hanya tersenyum saat dianggap menjadi penyumbat berkas permohonan sertipikat.

Pasalnya, anggapan itu justru muncul setelah dirinya berupaya keras melakukan perbaikan layanan di BPN Kabupaten Bogor. Menurutnya, dengan berbagai kesibukannya wajar kalau ada tumpukan berkas permohonan sertipikat yang  belum di tanda tangani.

“Namun tidak ribuan kata orang, dan saya sangat terbuka kalau ada yang mau tahu bagaimana saya bekerja,” ujar mantan Kakan BPN Kabupaten Semarang tersebut sambil tertawa.

Dia juga mengatakan, kalau anggapan seperti  itu muncul sebanarnya sangat wajar. Sebab tidak bisa dipungkiri di internal BPN sendiri ada oknum yang  sudah terbiasa berada di Zona nyaman. Sehingga begitu ada pimpinan baru yang  berupaya untuk merubah kebijakan yang lebih baik maka kepentingannya akan terganggu.

Baca :  Ombudsman Dorong Penyelenggara Publik Berikan Pelayanan Terbaik

“Dan saya tidak bisa kalah dengan oknum pegawai seperti itu,karena saya masuk  ke BPNKabupaten Bogor membawa mendat besar,” ujarnya

Selain itu, lanjut Sepyo, BPN Kabupaten Bogor tidak sama dengan  Kantor BPN di daerah lain. Secara geografis, BPN Kabupaten Bogor memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk yang besar menyamai satu Provinsi. Dengan kondisi seperti itu  otomatis jumlah  pemohon  sertipikat dengan segala kerumitan dan masalahnya tentu sangat besar.

“Hal ini  yang jarang di lihat  orang, kita tidak bisa lihat kepentingan  orang per orang tapi kita harus lihat secara umum. Dan itu tugas saya sehingga saya harus membawa BPN Kabupaten Bogor lebih baik apapun resiko dan tantangannya,” tandasnya.

Baca :  Kerja dari Rumah, Tirta Pakuan Upayakan Layanan Tetap Normal

Pria berkacamata ini juga meminta semua pihak tidak melakukan pembunuhan karakter dengan  mengatakan sesuatu  yang tidak bisa di buktikan. Apalagi lembaga seperti BPN telah berjalan atas dasar sistem sehingga tidak bisa berjalan hanya  karena satu atau dua orang.

“Jadi kalau saya di atas semua bisa berjalan karena ada yang di tengah dan di bawah,” katanya.

Tentang akses jalan yg menjadi syarat pengurusan sertipikat, sepyo menegaskan dirinya tidak pernah memberi pernyataan soal itu. Namun demikian, secara umum BPN harus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses permohonan supaya kebijakan yang dikeluarkan tidak akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar lagi. Terutama terhadap fungsi sosial atas tanah, dimana tanah itu sendiri harus dapat memberikan kesejahteraan utk masyarakat.

Baca :  Menuju Smart City, Layanan SiBadra Terus Dikembangkan Permudah Pelayanan

“Dan kalau sudah clear kenapa saya harus tahan tahan,” pungkasnya

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *