Dokumen Pemakzulan Donald Trump Dikirim ke Senat AS

oleh -251 views
Nancy Pelosi, Dokumen Pemakzulan Presiden Amerika Serikat, Donal Trump
Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi menandatangani dokumen pemakzulan Presiden AS, Donald Trump, Rabu (15/1/2020).

LEAD.co.id | United States House of Representatives (DPR) Amerika Serikat mengirim dokumen pemakzulan Presiden Donald Trump ke Senat pada Rabu, 15 Januari 2020.

Dokumen tersebut berisi dakwaan adanya tindakan penyalahgunaan kewenangan dan upaya menghalangi investigasi DPR oleh Trump.

Proses pemakzulan ini terjadi terkait permintaan Trump kepada Presiden Ukraina untuk menginvestigasi bekas Wakil Presiden Joe Biden dan anaknya Hunter Biden soal bisnis gas di Ukraina.

Cuitan Twitter, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi
Cauitan Akun Twitter Nancy Pelosi terkait pengiriman dokumen pemakzulan Presiden Donald Trump ke Senat AS.

“Malam ini, para Manajer DPR mengirimkan artikel-artikel tentang impeachment terhadap Presiden Trump ke Senat AS menjelang persidangan yang akan datang,” ungkap Ketua DPR AS, Nancy Pelosi melalui akun twitter resminya, Kamis (16/1/2020).

Baca :  Iran Klaim Tewaskan 80 Tentara AS dalam Serangan Roket

Dokumen dakwaan itu diserahkan DPR AS kepada Senat dalam map biru. Sejumlah tokoh DPR dari Partai Demokrat AS ikut mengantar dokumen itu. Mereka akan berperan sebagai jaksa penuntut atau disebut House managers dalam persidangan di Senat nanti.

“Sangat sedih, sangat tragis untuk negara kita, bahwa tindakan-tindakan yang diambil Presiden telah melemahkan keamanan nasional kita,” kata Pelosi seperti dilaporkan Tempo.

Nancy Pelosi, Dokumen Pemakzulan, Presiden AS, Donald Trump, Senat AS
Dokumen Pemakzulan Presiden AS, Donald Trump yang ditandatangani oleh Ketua DPR AS, Nancy Pelosi

Menurutnya, Trump telah melanggar sumpah jabatan dan membahayakan keamanan proses Pemilu AS. “Dan ini membawa kita ke tahap ini,” kata Pelosi.

Baca :  Pasukan Koalisi AS di Irak Akhirnya Pulang Kampung

Ditegaskan Pelosi, Presiden Trump nantinya akan dimintai pertanggung-jawaban oleh pihak Senat AS. “Tidak ada orang di atas hukum,” tegasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *