Dompet Dhuafa Jatim Dirikan Warung Sehat dan Radio Suara Peni

oleh -461 views

LEAD.co.id | Puji syukur, Dompet Dhuafa Jawa Timur telah menggelar acara Grand Launching Program Warung Sehat dan radio komunitas Suara Peni di Dusun Gerih, Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Selasa (22/10/2019).

Para Pejabat Pemerintahan yang hadir pada acara tersebut diantaranya adalah Direktur Radio Republik Indonesia (RRI) Bapak Mohammad Rohanudin, Lurah Desa Tawangsari dan Camat Pujon. Masyarakat dan tokoh sekitar juga tidak kalah semangat untuk mensukseskan kegiatan hari ini.

Inisiator, Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi menjelaskan, “kenapa swalayan ini diberi nama Warung bukan market karena bahasa warung lebih menunjukkan identitas cinta budaya, selanjutnya maksud kata sehat yaitu dimaknai dengan sehat jasmani, sehat rohani dan sehat kantong. Sehat jasmani berarti tidak menjual barang yang tidak menjadikan sehat seperti rokok, minuman beralkohol dan lain sebagainya”.

Baca :  The Sound of Humanity Sapa Millenial Ternate

Lanjut cerita Parni Hadi, sehat rohani dimaknai dengan ketika seorang pelanggan membeli sesuatu di warung sehat sudah termasuk donasi, dan yang maksud dari sehat kantong adalah harga yang murah di bandingkan toko lain, namun tidak mematikan toko kelontong kecil sekitar bahkan menjadi mitra utama bagi tumbuhnya dan sejahtera usaha rakyat.

Muhammad Rihanudi selaku Dirut Radio Republik Indonesia (RRI) mengatakan, “turut mendukung penuh atas berdirinya Radio Komunitas Suara Peni, dan berharap program program yang akan digulirkan semakin membantu masyarakat sekitar khususnya petani dalam mencapai kesejahteraan”.

Baca :  Luncurkan Rumah Kopi Madaya, Dompet Dhuafa Maknai Peringatan Hari Pahlawan

Radio komunitas Suara Peni adalah bagian dari instrumen penting dalam mensyiarkan program pemberdayaan masyarakat Desa. Dalam rangka untuk mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat, ada tiga misi yang harus dijalankan yakni:

1. Menyampaikan informasi dan hiburan yg mendidik (info-edutainment).
2. Mewujudkan kesejahteraan produsen (petani), pedagang (distributor) dan konsumen.
3. Mendekatkan produsen dan konsumen agar terjadi proses pembagian nilai tambah yang berkeadilan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *