BOGOR (Lead.co.id) – Digital marketing adalah salah satu sistem pemasaran yang sangat berkembang saat ini, terutama selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Digital marketing tentu menjadi pilihan sistem pemasaran yang efektif tidak terkecuali pada pemasaran produk agribisnis.
UMKM Dewaponik adalah UMKM yang bergerak dalam bidang agribisnis yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta dan sekarang memiliki 5 karyawan. UMKM ini didirikan oleh Bapak Ahmad Ardan Ardianto, SE pada tanggal 31 Oktober 2018.
Pada program dosen mengabdi pulang kampung tahun 2022, Dosen Sekolah Vokasi IPB University yang terdiri dari berbagai program studi melakukan kegiatan Dosen Mengabdi Pulang Kampung di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tanggal 30 Mei-2 Juni 2022.
Salah satu topik yang disampaikan adalah “Perluasan Pemasaran pada UMKM Dewa Ponik Melalui Digital Marketing”. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh pemilik dan karyawan di UMKM Dewa Ponik juga turut dihadiri oleh Bapak RW 13 Rejowinangun, ketua RT di RW 13 Rejowinangun, dan ibu-ibu PKK Kelurahan Rejowinangun.
Tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung Sekolah Vokasi IPB University hadir di UMKM Dewa Ponik dan menyampaikan pemaparan kepada peserta dengan harapan pemaparan tersebut memberikan informasi dan pemahaman yang baik mengenai Digital marketing.
Paparan materi disampaikan oleh Dr. Doni Sahat Tua Manalu selaku dosen Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB memberikan pelatihan mengenai efektifitas pemanfaatan Digital marketing dengan penggunaan berbagai macam plat form seperti sosial media, web site, wa business dan market place seperti shopee, tokopedia.
“Perluasan pemasaran dapat dilakukan dengan cepat dan tepat jika kita mengetahui segmentasi, target, dan posisioning dari produk yang dipasarkan, karena dengan memahami kondisi dan karakteristik konsumen maka sebagai supplyer (yang memproduksi produk) kita akan mudah memasuki pasar dan dengan tepat pula memilih plat form digital marketing yang digunakan,” ujar Doni.
Pada saat diskusi yang dipandu oleh Harries Marithasari, banyak informasi yang dapat digali mengenai usaha Dewa Ponik dan juga usaha yang dilakukan oleh Ibu-Ibu PKK, untuk dapat memaksimalkan penggunaan internet dalam rangka memasarkan produk yang dihasilkan oleh Ibu-ibu PKK Kelurahan Rejowinangun memiliki produk makanan yang mereka jual.
Pada kesempatan tersebut, disampaikan keunggulan penggunaan pemasaran melalui online di tengah pandemi Covid-19 melalui Instagram, Facebook, Tiktok, dan Whatsapp.
“Penjualan barang pun bisa menjadi lebih mudah melalui market place seperti Shopee, Lazada, Tokopedia dimana pembeli dan penjual tidak perlu bertemu langsung sehingga dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Kami sangat berterima kasih atas antusias bapak dan ibu dalam diskusi ini” ujar Ririt.
“Ada beberapa keluarga yang melakukan pengolahan jus seperti, jus seledri, jus seledri pakcoy, dan jus buah-buahan akan tetapi mereka masih menggunakan pemasaran langsung ke konsumen ataupun menitipkan ke warung-warung saja, namun ada satu orang di RW 13 ini yang melakukan digital marketing dalam memasarkan produknya dengan menggerakan masyarakat untuk masak, kemudian membantu memasarkan produknya melalui sosial media facebook dan instagram” ujar Ibu Maryadi selaku ibu RW 13 Kelurahan Rejowinangun.
Kegiatan setelah pemaparan materi dilakukan sesi diskusi dengan warga mengenai harapan dan keinginan warga setempat untuk perkembangan Kelurahan Rejowinangun.
“Harapan kami kerjasama dan silahturahmi ini dapat terus terjalin dan memberikan banyak manfaat atas ilmu-ilmu yang telah ditularkan kepada warga Rejowinangun” ujar Ibu Dalijo selaku ibu RT 44.
Antusias warga terlihat dari sambutan dan diskusi yang hangat dari warga dan tim dosen dari IPB University mengenai peluang dan perluasan pasar digital yang dapat dilakukan.
Di akhir kegiatan, Ayu Gupita Aindra Sari selaku mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University mengambil kesimpulan dengan menekankan kembali kepada warga Kelurahan Rejowinangun bahwa, harapan para dosen SV IPB pada kegiatan dosen mengabdi pulang kampung ini dapat memberikan manfaat untuk UMKM Dewa Ponik dan warga Kelurahan Rejowinangun.
Penulis: Dr Doni Sahat Tua Manalu, Harries Marithasari, Vivien Febri Astuti, Ayu Gupita Aindra Sari





