BOGOR (Lead.co.id) – Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS) IPB University kembali menggelar Pelatihan Penulisan Artikel Populer, pada Senin, 28 November 2022.
Kegiatan rutin yang diselenggarakan tahunan ini diharapkan dapat membantu civitas akademika IPB untuk menyebarluaskan hasil risetnya dalam media massa.
Dr. Eva Anggraeni, Direktur Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis DPIS IPB, mengungkapkan bahwa penyebarluasan ide, gagasan dan inovasi melalui media massa merupakan sesuatu yang perlu dilakukan oleh civitas akademika IPB University.
“Hasil riset dosen dan peneliti IPB perlu disebarluaskan dengan bahasa populer dan menarik sehingga mudah dipahami dan menjangkau masyarakat luas. Penulisan artikel popular bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa IPB terkadang cukup challenging karena tidak terbiasa dengan bahasa populer, padahal modal dari hasil riset dan penelitian yang telah dilakukan sudah banyak dihasilkan. Oleh karena itu, melalui Pelatihan Penulisan Artikel Populer ini diharapkan dapat membantu dosen, peneliti, dan mahasiswa IPB dalam penulisan populer di media massa,” ujarnya.
Kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Populer ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Ahmad Nurhasim (The Conversation Indonesia), dan Aceng Hidayat (Sekretaris Institut IPB University). Ahmad Nurhasim selaku editor Health and Science, The Conversation Indonesia, pada diskusi ini mengungkapkan bahwa artikel populer perlu ditulis oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa IPB.
Alasan kuat mengapa artikel populer perlu ditulis, yaitu mengurangi gap pengetahuan yang lebar (termasuk misinformasi dan disinformasi), mengubah konsep dan bahasa sains yang rumit menjadi mudah, memperluas akses masyarakat pada informasi pengetahuan yang akurat, dan termasuk dalam pengabdian masyarakat yang relevan dengan tridharma perguruan tinggi.
Artikel populer juga menjadi jembatan bagi para pakar IPB untuk mengemukakan cara pandangnya terhadap suatu isu. Hal ini dapat menjadi saran untuk pemangku kebijakan maupun sumber informasi yang sangat penting untuk masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama, Aceng Hidayat (Sekretaris Institut, IPB University) menyampaikan bahwa menulis suatu tulisan memerlukan dorongan baik itu dari diri sendiri ataupun lingkungan sekitar sehingga dapat produktif untuk menulis. Proses latihan penulisan adalah dengan menulis itu sendiri tanpa mengkhawatirkan hasil kualitas penulisan.
Ide untuk tulisan dapat berdasarkan apa yang kita lihat, amati, dan lakukan. Selain itu, ada beberapa poin penting yang membantu dalam proses penulisan, yaitu: basis data, penguasaan teori, imajinasi, dan pengalaman empiris.
Diskusi terlaksana atas Kerjasama antara Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis IPB, dan The Conversation Indonesia (TCID).

