Drama Piala Dunia Qatar 2022 Mengasyikan Kita

oleh -445 views

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Minggu malam tanggal 18 Desember 2022, bagi penggemar sepak bola, menyaksikan pertandingan final antara Argentina melawan Perancis, sungguh mengasyikan dan mendebarkan para penonton.

Pertandingan final sepak bola dunia kali ini, bukan saja kita menyaksikan keindahan gedung stadion sepak bola yang sangat indah arsitektur bangunannya, modern, dibangun dengan biaya ratusan triliyun, disertai pencahayaan (lighting) dan dekor yang begitu menawan.

Akan tetapi event kompetisi sepak bola berkelas dunia, yang diikuti sejumlah negara yang lolos di regionalnya masing-masing untuk mendapat tiket berlaga di negara Qatar sebagai tuan rumah telah memperlihat pertandingan yang mengasyikan dengan pola permainan berkualitas tinggi.

Jika kita cermati selama pertandingan antara finalis kesebelasan negara Argentina versus Prancis telah menunjukan skill, teknik dan seni bermain yg tinggi, enak ditonton. Begitu antara lain konten para komentator Televisi di siaran sepak bola TV SCTV. Dinamika dan proses permainannya tampak memang agak keras, begitu banyak keluar kartu kuning oleh wasit yg memimpin pertandingan.

Namun demikian, event ini sungguh menarik, dimana skor gol pertandingan kejar mengejar dan berimbang sehingga pertandingan sepak bola final antara Argentina melawan Prancis diakhiri dengan adu finalty. Walaupun pada awal babak pertama, 45 menit jalannya pertandingan Argentina unggul 2-0 atas kesebelasan Prancis, dimana pertandingan babak pertama ini bola dikuasai kesebelasan Argentina. Tetapi pertandingan babak kedua, 45 menit, pertandingan semakin seru dan menegangkan kubu Argentina, dimana kesebelasan Perancis bisa menyamakan gol dengan skor 2: 2. Babak kedua pola permainan bergeser dan dikuasai Perancis.

Dua kesebelasan menunjukkan kekuatan yang berimbang menguasai dan membawa bola ke area finalty dekat mulut gawang secara bergantian, sehngga babak kedua berakhir dengan skor berimbangan sama 3:3. Dengan skor hasil berimbang ini, penonton disajikan penampilan permainan yang saling menekan, dan dari masing-masing kubu berpeluang untuk mencetak gol tetapi banyak yang gagal, karena bola yang ditendang oleh eksekutor atas kiriman umpan (offer) bola-bola pendeknya, yang mengecoh, tetapi kebanyakan bola-bola tendangan itu melayang keatas mistar atau kesamping gawang lawannya.

Baca :  Piala Asia 2023, KBRI Kuwait Siap Dukung Timnas Indonesia

Kita menyaksikan gaya permainan dan perang 2 orang bintang dari masing-masing kesebelasan yakni Lionar Messi dari Argentina dan Mbappe dari Prancis, sang topskor, yang bermain brilliyan dan mempesona. Mereka sebagai bintang sepak bola dunia telah menunjukan pada kelasnya.

Jujur kita berkata selaku penonton final sepak bola dunia tahun 2022, yang berlaga 2 kesebelasan Argentina vs Perancis di Qatar kali ini, hingga berakhir waktunya larut malam, bagi para penonton pendukung kedua kesebelasan tersebut, sungguh mengasyikan dan mendebarkan serta membuat penasaran kita, kesebelasan mana yang akan menang?

Kedua kesebelasan telah menunjukan kekuatan pola bertanding berimbang (skor sama), pola dinamika pertarungan untuk meraih gol, kedua kesebelasan saling bertahan dan menyerang. Akibatnya begitu banyak peluang gol yang dibuat akan tetapi gagal. Hingga perpanjangan waktu 2 kali selama 15-20 menit, skor tetap sama 3: 3, tidak ada perubahan. Padahal Messi dkk vs Mbappe dkk telah bermain expresif untuk menendang bola ke mulut gawang lawannya masing dengan kekuatan berimbang dan saling berganti menyerang.

Saya menonton bareng (nobar) final sepak bola dunia, bersama beberapa orang anak-kemenakan.dan cucu-cucuku yg gemar sepak bola, yang kebetulan sedang bertamu ke rumahku di.Ciawi Bogor. Walaupun kami satu kerabat dan keturunan Arsyad Family, akan tetapi selera dan dukungan terhadap kesebelasan tidaklah sama.

Kami yang menonton final, terpolarisasi, terbagi menjadi 2 grup supporter, ada yang mendukung Argentina seperti saya AA dan beberapa orang kemenakanda dan cucunda, sedang sebahagian lagi sisanya adalah pendukung (supporter) kesebelasan Perancis. Jalan pertandingan final sepak bola dunia sungguh sangat seru dan mendebarkan penonton. Pertandingan terpaksa diakhiri dengan adu finalty.

Baca :  Kerusuhan di Kanjuruhan, Mahfud MD Ungkap Kurangnya Koordinasi

Kita menyaksikan tendangan bola ke gawang lawan secara bergantian, dengan cukup seru, tegang dan mendebarkan decak jantung para penonton. Tetapi akhirnya, alhamdulillah kesebelasan jagoanku Argentina yang dipimpin kapten kesebelasan legendaris Leonard Messi memenangkan finalty dengan skor 4:2, karena 2 tendangan bola ke gawang oleh pemain Argentina, gagal dieksekusi oleh 2 orang pemain sepak bola Perancis. Dengan skor gol finalty 4 : 2 membuat kesebelasan Argentina menjadi pemenang peringkat atau juara pertama piala sepak bola dunia thn 2022 di Qatar.

Jika kita cermati dinamika pertandingan sepak bola dunia, memang benar bak pepatah “bola itu bulat, tak bertepi, dan dia bisa menggelinding kemana-kemana, sulit dipastikan kesebelasan mana yang memenangkan pertandingan, tak mudah ditebak, tetapi kesebelasan mana yang lebih unggul sulit dipastikan. Saya sekilas mengamati dinamika pertandingan final sepak bola thn 2022, sungguh berimbang atau sama kuat dan kualitasnya.

Kalah menang dalam finalty, lebih dominan ditentukan faktor “nasib”, alias keberpihakan “dewi fortuna”. Dalam arti kata kalah-menang ditentukan “nasib” keberuntungan penjaga gawang (keefer) dan keahlian 4-5 orang algojo/penendang bola finalty ke gawang lawannya.

Pemenang atau juara pertama sepak bola dunia tahun 2022 di Qatar akhirnya dimenangkan Argentina dengan segala duka-citanya, ada yang terharu dan menangis meneteskan air mata karena senang dan berbahagia, sebaliknya dipihak yamg “kalah” tertegun sejenak dengan kesedihan dengan rawut wajah yang tertunduk lesu. Sebut saja pemain top skor Perancis Mbappe, yang dijambangi ke tengah oleh Presiden Perancis, Emanuel Macron, ikut memberi semangat dan motovasi, tetapi tetap ekspresi wajah Mbappe lesu.

Hal ini tampak juga dari ekspresi wajah ceria segenap pemain sepak bola dari masing-masing kesebelasan negara yang telah berlaga, hasilnya bagi yang “menang vs atau yang kalah” ketika dipanggil oleh MC naik ke podium seremonial penutupan tampak emosi ceria vs lesu ketika menerima penghargaan, hadiah uang ratusan Milyar rupiah, dan piala bergensi juara sepak bola dunia tahun 2022 beserta kalungan penghargaan atas prestasi pemenang juara 1, 2 dan 3 Sepak Bola Dunia.

Baca :  Madura United vs Barito Putera, Laskar Sape Kerrab Lesakkan 8 Gol Tanpa Balasan

Sorak sorai penonton Argentina pun menggema, bergemuruh terdengar di tengah-tengah stadion sepak bola dunia thn 2022 Qatar pada saat usai dan berakhirnya pertandingan. Harap maklum kesebelasan Argentina hampir lk 32 thn Argentina dalam penantian untuk bisa merebut kembali sebagai Juara Dunia Sepak Bola, yang dulu beberapa kali mereka raih.

Kita mengenal nama-nama besar pemain sepak bola legendaris Argentina antara lain spt Diago Maradona, Mario Kempes dll, sekarang yang ngetop Leonard Messi, dan sebentar akan pensiun karena faktor usia. Kemenangan juara dunia sepak bola ini merupakan sebuah kenangan manis dan akhir yang baik bagi sosok L Messi.

Event sepak bola dunia thn 2022 kali ini di Qatar, sungguh merupakan yang terbaik, mengejutkan, mengasyikan, menegangkan dan juga sekaligus menghibur para penggemar, pencinta dan terutama para maniak sepak bola di seluruh belahan dunia.

Alhamdulillah dengan suksesnya Qatar sebagai tuan rumah telah mengangkat kepercayaan dan harga diri (dignity) dunia Islam. Negara muslim Qatar telah berhasil menunjukan kemampuan untuk suatu kemajuan, berbudaya dan berperadaban masyarakat modern yang inklusif pada level dunia global, terutama di era pandemi Covid 19 dan ancaman krisis (resesi) ekonomi global.

Sekian narasi ringkas berupa “laporan pandangan mata” tentang opini dan kesan pertandingan sepak bola dunia tahun 2022 di Qatar, sekedar untuk diketahui dan dimaklumi. InsyaAllah kita bisa bertemu pada event Piala Dunia Sepak Bola beberapa tahun mendatang. Terima kasih atas perhatian dan pengertian serta kesabarannya.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan, Pegiat dan Pemerhati Sosial