E-payment Diharapkan Menjadi Penggerak Ekonomi Indonesia 4.0

oleh -428 views

LEAD.co.id | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Sukses menggelar diskusi publik secara virtual, pada Jumat (16/3/2021). Diskusi yang mengusung tema “Digitalisasi Bank Indonesia Sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia” di ikuti berbagai instansi publik.

Kegiatan yang dipandu Rifaul Awaliyah menghadirkan Retno Ponco Windarti, Direktur Kepala Grup Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Dr. Rinaldi Rustam, S.E., M.E, Praktisi dan Ketua Prodi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti, serta Mahdawi Murni selaku Ketua Masyarakat Anti Monopoli Republik Indonesia Bidang Ekonomi dan Moneter.

Dalam paparannya, Retno Ponco Windarti menyampaikan, di era digitalisasi saat ini ditambah dengan adanya Covid-19 membuat sistem pembayaran hingga aktivitas dilakukan secara digital.

Baca :  Jokowi Minta Beli Produk Dalam Negeri untuk Pertumbuhan Ekonomi

“Ada yang menarik dari diskusi hari ini, kita melihat industri digitalisasi ini sedang meningkat pasca pandemi Covid-19. Contohnya digitalisasi pada sistem pembayaran yang diharapkan mampu menggerakan perekonomian Indonesia di era 4.0,” ujarnya.

Disisi lain, Dr. Rinaldi Rustam, S.E., M.E menambahkan, Kebijakan moneter sebagai bagian dari makro ekonomi memiliki tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat.

“Melihat dari pesatnya perkembangan zaman di era digitalisasi ini dengan muncul nya sietem pembayaran melalui sistem online seperti electornic money e-money, ovo, link, flash, brizzi dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Baca :  Dongkrak Ekonomi, Kota Bogor Resmikan Teras Surken

Sementara itu narasumber lainnya, Mahdawi Murni sampaikan, potensi keuangan ekonomi digital sebagai penggerak akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

“Berbicara digitalisasi sangat mempengaruhi perilaku kita sehari-hari dari aktivitas konvensional menjadi virtual. Perlu adanya pembahasan yang jelas terkait undang-undang yang mengatur pasar digitalisasi, ini untuk kemajuan Teknologi Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Kontributor : Rizky Maulana Yusuf
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *