Site icon LEAD.co.id

FISIB Unpak Gelar Media Visit bersama Trijaya FM

Tantangan dan Peluang, FISIB Unpak, Unpak, Media Visit, Trijaya FM

BOGOR (Lead.co.id) – Mahasiswa jurusan penyiaran Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan (UNPAK) Bogor menyelenggarakan Media Visit Virtual untuk menjawab tantangan dan peluang radio di masa depan.

Kegiatan Media Visit Virtual itu dilaksanakan bersama Radio Trijaya FM secara hybrid dan disiarkan live streaming di Radio Swara Pakuan serta Youtube dari laboratorium radio UNPAK Bogor, pada Sabtu (12/3/2022).

Hadir sebagai narasumber yaitu Pemimpin Redaksi MNC Trijaya FM Gaib Maruto Sigit, Dekan FISIB Unpak Dr Henny Suharyati, M.Si, Wakil Dekan I Muslim, Wakil Dekan II Sasongko, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Dwirini Firdaus, para dosen pengampu mata kuliah radio, mahasiswa prodi ilmu komunikasi dan civitas akademika lainnya.

Gaib Maruto Sigit mengatakan, media visit biasanya selalu dilakukan oleh par mahasiswa dengan berkunjung langsung ke Trijaya. Tapi, di tengah kondisi pandemi Covid-19, kunjungan langsung tersebut tidak bisa dilakukan.

“Namun hari ini Universitas Pakuan melakukan media visit tersebut secara virtual, ini pertama kalinya kami menerima kunjungan virtual. Ini adalah ide yang luar biasa,” ujar Gaib.

Gaib menambahkan, media visit virtual itu memberikan inspirasi bagi banyak orang. Pasalnya, virtual visit itu bisa dilakukan meski tidak bertatap muka, tapi esensinya sama.

“Saya turut menyebarluaskan informasi kegiatan media visit virtual UNPAK ini, dan hasilnya banyak yang ingin melaksanakan kegiatan serupa,” ujarnya.

Sementara itu, Henny Suharyati menjelaskan bahwa, di era digital ini, kreatifitas dan inovasi di berbagai bidang sangat diperlukan. Menurutnya, radio sebagai media massa elektronik berperan penting di setiap periode perjuangan dan pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), terus bertahan dan beradaptasi.

“Di tengah perkembangan teknologi digital, radio telah memunculkan banyaknya inovasi, salah satunya radio berbasis internet, radio streaming, yang daya jangkau siarannya sampai ke seluruh dunia,” ungkap Henny.

Dia menambahkan, Universitas Pakuan kini sudah memiliki radio streaming yakni Radio Swara Pakuan yang sudah mengudara dengan program-program yang mengakomodir berbagai bidang kehidupan, yang mensinergikan budaya serta kearifan lokal dengan globalisasi.

Selanjutnya salah satu dosen pengampu mata kuliah radio, Mey Cresentya mengaku untuk yang kedua kalinya media visit secara virtual itu diselenggarakan.

Dia membeberkan bahwa, media visit kali ini juga lakukan secara live streaming, karena radio Swara Pakuan sudah bisa didengarkan di mana saja. Pihaknya juga melakukan siaran live melalui youtube radio Swara Pakuan.

“Radio itu tidak ada matinya, jadi kita harus menjaga eksistensi radio di era digital ini. Mengingat perkembangan teknologi sekarang ini serba digital dan ini penuh tantangan,” tandas Mey.

Mey menuturkan, tentu dibalik semua tantangan yang kita rasakan saat ini, ditengah pandemi saat ini, membuka peluang industri radio untuk lebih kompetitif, kreatif dan inovatif.

“Jangan takut menjadi orang radio, jangan takut untuk bekerja sebagai jurnalis radio, karena kami sudah membuktikannya sampai hari ini, radio tetap eksis,” tutur Mey.

 

Reporter: Sally Sumeke

Exit mobile version