BOGOR (Lead.co.id) – Sejumlah massa dari Forum Kabuyutan Pakwan Padjajaran menggelar aksi unjuk rasa di kawasan situs cagar budaya Sumur Tujuh, pada Jumat (8/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian kawasan cagar budaya Bunker Mandiri dan Sumur Tujuh.
Aksi yang dipimpin koordinator lapangan Yoga Firman Hidayat itu diikuti sekitar 15 orang massa aksi. Mereka menyampaikan aspirasi agar kawasan cagar budaya Sumur Tujuh kembali dilestarikan dan mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 17.10 WIB dan langsung melakukan penyampaian aspirasi kepada Anto selaku Ketua Budayawan Jawa Barat.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyerahkan dokumen sejarah terkait keberadaan Sumur Tujuh sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian situs budaya di Kota Bogor.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anto menyatakan pihaknya akan menyampaikan tuntutan massa kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk kepada gubernur.
“Saya akan menyampaikan aspirasi bapak dan ibu kepada Gubernur Jawa Barat. Jangan sampai sesama budayawan terjadi pertikaian, dan apa yang kita harapkan semoga bisa tercapai,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Aksi unjuk rasa berlangsung singkat dan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Massa kemudian membubarkan diri meninggalkan kawasan situs Sumur Tujuh.
Aksi tersebut menjadi bentuk dorongan masyarakat dan pegiat budaya agar situs bersejarah di Kota Bogor tetap terjaga dan tidak kehilangan nilai sejarah serta identitas budayanya.
Penulis: Surya SP





