BOGOR (Lead.co.id) – Aksi demonstrasi yang digelar Gerakan Muda Peduli Bogor (GMPB) di depan DPRD Kota Bogor, pada Jumat (8/5/2026), berlangsung memanas.
Massa aksi melakukan pembakaran ban tepat di depan gerbang gedung DPRD sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik mafia Pokok Pikiran (Pokir) di lingkungan DPRD Kota Bogor.
Aksi yang dipimpin koordinator lapangan (Korlap), Muhammad Habib Permana itu diwarnai orasi keras, pembentangan spanduk tuntutan, hingga desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan penyimpangan anggaran yang dinilai merugikan masyarakat.
Dalam orasinya, massa menuntut pengusutan secara transparan terhadap dugaan mafia Pokir, membuka data Pokir kepada publik, melakukan audit independen terhadap seluruh proyek yang bersumber dari Pokir, serta menindak tegas pihak yang terbukti menyalahgunakan anggaran rakyat.
“Aksi ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Anggaran rakyat harus kembali kepada rakyat, bukan menjadi bancakan segelintir pihak,” tegas Habib di tengah aksi.
Asap hitam dari ban yang dibakar sempat menyelimuti area depan pagar DPRD Kota Bogor. Meski aksi berlangsung panas, situasi tetap berada dalam pengawalan ketat aparat kepolisian.
Massa juga mendesak adanya reformasi sistem pengelolaan Pokir agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Kota Bogor.
“Kota Bogor harus bersih dari praktik mafia anggaran. Ini suara rakyat yang menuntut keadilan,” seru massa aksi.
Penulis : Surya SP





