FRR Geruduk Kantor Bea Cukai Bogor, Tuntut Transparansi

oleh -671 views

BOGOR (Lead.co.id) – Puluhan massa dari Front Rakyat Revolusioner (FRR) telah menggeruduk Kantor Bea dan Cukai Bogor, menuntut keterbukaan kinerja dan transparansi harta kekayaan dari pejabat instansi tersebut.

Koordinator aksi, Desta Lesmana meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan memeriksa dan mengevaluasi kinerja Kantor Bea dan Cukai Bogor. Tuntutan itu buntut dari viralnya gaya hidup pegawai Bea Cukai yang menjadi sorotan masyarakat.

“Kantor Bea dan Cukai Bogor ini seperti lembaga eksklusif. Tidak pernah kita dengan kegiatan dan kinerja mereka. Kita pun tidak pernah mendengar ekspose kinerja mereka,” kata Desta saat aksi di depan kantor Bea Cukai Bogor, pada Jumat (17/3/2023).

Baca :  Datangi Bea Cukai, PWRI Bogor Raya Berharap Terjalin Sinergi

Untuk itu, Desta menuntut Kantor Bea dan Cukai Bogor untuk terbuka dan mempublikasikan kinerjanya. Karena, menurut Desta, Pejabat dan Pegawai Kantor Bea dan Cukai Bogor dinilai hanya kerja normatif.

“Kami juga menuntut Pejabat di Kantor Bea dan Cukai Bogor untuk mempublikasikan harta kekayaannya. Selain itu kami juga mempertanyakan dimana ekspose pemusnahan barang bukti. Kami tak pernah mendengar dan melihat pemusnahan barang bukti yang dilakukan Kantor Bea dan Cukai Bogor, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB), Teddy Irawan menilai negara sekarang ini tidak sedang baik.

Baca :  Mahasiswa Tuntut Transparansi Anggaran Covid-19 di Kota Bogor

“Apalagi dengan dugaan indikasi TPPU sebesar 300 triliun yg diungkapkan oleh Menteri Menkopulham Mahfud MD yang mencurigakan, dan saya meminta transparasi oleh Bea dan Bogor,” tegas Teddy.

Dirinya juga meminta transparasi Kantor Bea dan Cukai, karena menurutnya ini isu yang telah menjadi fakta. “Dengan tindakan yang jelas dan ada kepastian Hukum agar kedepannya negara akan jauh lebih baik sesuai dengan harapan masyarakat banyak,” tandasnya.