BOGOR (Lead.co.id) – Front Rakyat Revolusioner (FRR) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menindak tegas terhadap oligarki yang menguasai proyek pembangunan di Kota Bogor.
Ketua FRR, Desta Lesmana mengungkapkan adanya sejumlah proyek pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan, dari adanya kerusakan, kelebihan pembayaran dan sebagainya.
“Kalau kita lihat dan kilas balik pembangunan, ini adanya monopoli pembangunan, baik itu kegiatan fisik maupun pengadaan oleh kelompok tertentu,” ujar dia.
Dia mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, bahwa dirinya ini banyak kejanggalan sehingga dirinya sangat miris dengan pembangunan di kota Bogor.
“Kalau informasi dari temen-temen penegakan hukum, adanya dugaan kebelibahan pembayaran, karena adanya pengerjaan pembangunan yang tidak sesuai dengan spek,” pungka dia.
Tidak hanya itu, nantinya beberapa perwakilan elemen juga turut hadir, diantaranya perwakilan GPI Kota Bogor, FRR, FPAHI (Forum Pemuda Anti Hoaks Indonesia), AMIRA (Aliansi Mahasiswa Indonesia Raya), dan KOMABORA (Komunitas Mahasiswa Bogor Raya).
“Setelah kami berdiskusi dengan Wali Kota Bogor dan Wakil Walikota Bogor, saat ini, kami ingin menagih janjinya yang pernah diutarakan waktu itu,” kata Ketua GPI Kota Bogor, Bayu Noviandi.
Menurutnya, sikap dirinya sendiri dengan warga Kota Bogor, akan terus melakukan pengawasan terhadap pembangunan yang di lakukan oleh perusahaan-perusahaan kontraktor.
“Dan jika ada perusahan-perusahaan yang nakal ataupun kelompok-kelompok tertentu yang bermain-main dengan pembangunan di Kota Bogor akan di sikat habis,” kata dia.





