LEAD.co.id | Komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) bersama Perumda Tirta Pakuan dan PT. Tokyu land Indonesia menanam pohon di lokasi hulu air milik Perumda Tirta Pakuan, di Kota Batu, Ciapus, Kabupaten Bogor, Jumat (17/1/2020).
“Penanaman ini dimaksudkan untuk menghijaukan daerah hulu, dimana kita berharap curah hujan yang tinggi di kaki gunung salak tidak sampai membuat aliran air berlebih ke daerah hilir,” terang inisiator GTP, Heri Cahyono kepada tim LEAD.co.id, Jumat (17/1/2020).
Menurut Heri, pohon mempunyai fungsi menahan air dari tangkapan hujan yang turun, jika kita mampu memperbaiki daerah hulu maka tentu kita bisa mencegah potensi banjir dan longsor.
Seperti diketahui, baru baru ini banyak lokasi di berbagai tempat disekitar kita terkena bencana banjir dan longsor yang mengakibatkan banyak kerugian harta.
Dengan kepedulian beberapa perusahaan yang ada di sekitar kita tentu merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi masyarakat. Karenanya, GTP berharap semakin banyak perusahaan yang menyisihkan keuntungannya untuk perbaikan lingkungan, salah satunya menanam pohon.
Ditambahkan alumni IPB angkatan 28 ini, Kota Bogor harus dirawat bersama sama. Menurutnya, meski saat ini menanam di wilayah Kabupaten tetapi dampaknya akan terasa di kota bogor.
“Disinilah wilayah hulu dan aliran air dari hulu akan menuju ke hilir termasuk melalui kota bogor, jika kita mampu mengamankan daerah hulu Insya Allah kita akan aman dihilirnya,” tutur Heri
Lebih lanjut, Anggota DPRD Kota Bogor ini juga mengapresiasi kehadiran Dirut Perumda Tirta Pakuan, Deni Surya Sanjaya. “Beliau merupakan pimpinan perusahaan air minum yang sangat peduli kepada perlindungan sumber sumber air yaitu menanam pohon,” ujarnya.
Pantauan tim LEAD.co.id, selain Dirut Perumda Tirta Pakuan, tampak hadir ketua GTP H. Irawati, RAPI, Satgas Kosgoro 57 Kota Bogor, PPM Kota Bogor, Bikers FKPPI Kota Bogor, para aktivis GTP, juga pimpinan dan karyawan PT Tokyu Land Indonesia sekitar 150 orang.
“Inilah sumbangan terhadap kemanusiaan, sumbangan terhadap kemajuan wilayah, bahwa kita hidup dalam satu kawasan yang harus kita selamatkan dan kita rawat bersama sama,” imbuhnya.
Heri menyampaikan, pohon yang ditanam adalah jenis bisbul, rambutan, nangka, manggis, jambu jamaika, sukun, dan mangga. Menurutnya, pohon buah buahan tersebut sangat bermanfaat.
“Buahnya bisa kita nikmati, juga dapat menjadi cadangan bagi makanan burung dan satwa, ini juga bagian dari menciptakan habitat bagi burung burung berkicau,” pungkasnya. (SM)

