Gandeng YDAI, KPPN Bogor Dorong 50 UMKM Naik Kelas Lewat Bimtek

oleh -99 views

BOGOR (LEAD.co.id) | Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Business Road Map UMKM Setara, Mandiri, dan Terkurasi yang berlangsung selama empat hari di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A1 Bogor resmi berakhir. Kegiatan ini diikuti oleh 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdiri atas UMKM difabel, UMKM lansia, UMKM penyintas stroke, UMKM perempuan, serta keluarga difabel.

Sekretaris Jenderal Yayasan Difabel Action Indonesia (YDAI), Isna, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan penuh semangat di tengah padatnya aktivitas produksi usaha mereka.

“Semangat dan antusiasme para pejuang nafkah ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti rangkaian bimtek hingga selesai,” ujarnya.

Baca :  Kasus Covid-19 di Kota Bogor Meningkat, Dedie: Masyarakat Harus Terapkan 5M

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para narasumber yang telah berbagi pengetahuan, para pendamping yang turut memastikan kelancaran kegiatan, serta para relawan penginput data UMKM yang membantu proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bentuk legalitas usaha. Selain itu, para relawan juga memberikan pendampingan dalam pembuatan logo merek dan label kemasan produk guna meningkatkan daya saing UMKM.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPPN Bogor dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) atas dukungan dan fasilitasi sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik. Semoga apa yang telah dilakukan membawa manfaat, maslahat, dan mendapatkan ridho Allah SWT,” tambah Isna.

Baca :  SDM, Teknologi dan UMKM
Keterangan: Foto bersama seletah pembukaan Bimtek BRM UMKM

Sementara itu, Kepala KPPN Tipe A1 Bogor, Sukemi Mumpuni menjelaskan, bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam membekali para pelaku UMKM, baik umum maupun difabel, agar mampu berkembang dan bersaing di era digital. Selama empat hari, peserta mendapatkan materi mengenai branding produk, legalitas usaha, pembukuan sederhana, fotografi produk, publikasi melalui media online, serta pemasaran digital.

Menurutnya, peningkatan kualitas produk, pembangunan identitas merek yang kuat, serta kemampuan menciptakan pelanggan yang loyal menjadi fondasi penting bagi kemajuan UMKM.

“Kami berharap setiap langkah yang dilakukan UMKM binaan KPPN Bogor dapat membawa perkembangan yang nyata. Tetaplah konsisten mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dan terus mengasah kemampuan agar semakin mudah beradaptasi dengan pemasaran digital,” ujarnya.

Baca :  Membandel, Puluhan PKL Surya Kencana Bogor Terjaring Razia

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PIP, YDAI, seluruh narasumber, serta para peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias sejak hari pertama hingga penutupan.

“Semoga ilmu yang telah diberikan menjadi bekal bagi UMKM untuk naik kelas, tidak hanya mampu melayani pasar di Kota Bogor dan sekitarnya, tetapi juga menjangkau seluruh Indonesia, bahkan hingga pasar internasional. Insya Allah,”tutupnya.

Melalui kolaborasi antara KPPN Bogor, PIP, dan YDAI, kegiatan ini diharapkan menjadi awal terbentuknya UMKM yang lebih mandiri, legal, profesional, serta siap memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.

Editor : Aru Prayogi