Gempabumi Merupakan Azab Allah Akibat Mewabahnya Kemaksiatan

oleh -710 views
Gempabumi, Gempa di Cianjur

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Gempabumi adalah pertanda azab Allah SWT atas perbuatan ingkar terhadap firman-firman Allah (kekafiran), murtadz, dan perbuatan maksiat yang mewabah dan dibiarkan berkembang biak di lingkungan sosial seperti penyakit nabi Lut, sodomi (berzina sesama jenis lelaki) lesbian (berzinah sesama perempuan) atau yg terkenal disebut LGBT, yang kini kian marak.

Astaghfirullah, semoga kita semua semakin sadar bahwa munculnya gempa bumi yang dahsyat itu merupakan kutukan dan azab dari Allah SWT.

Tapi bagi manusia berkeyakinan sekuler dan atau kaum kafirun/liberal, apalagi ateis/komunis bahwa peristiwa gempa bumi itu bukan dari Tuhan Allah, akan tetapi itu terjadi hanya dilihat sebagai faktor adanya pergesekan “lempeng atau sesar bumi”. Itu pandangan dan keyakinan sekular dan ateisme. Pandangan demikian inilah yang banyak mewarnai alam pikiran kita, yang akhirnya berkembang di masyarakat kita.

Hal ini terjadi karena materi dakwah Islamiyah dari para kiyai, habib, ustadz dan para guru tidak sampai ke materi substansial itu jarang bahkan tidak dijelaskan sebagai isi kandungan Al-Quranul kariem. Juga dakwah Islamiyah lebih dominan materi amar makruf, yang aman-aman saja. Jika berbicara nahi mungkar, dilarang, dimusuhi dan bahkan dicap ektrim dan fundamendalisme, kemudian Tokmas (tokoh masyarakat) yang kritis dan berani tersebut dizholimi dan dipenjara dituduh berbuat kriminal.

Apa yang kita alami saat ini, gejala sosialnya, dapat disimpulkan imtaq dan ipteks tidak dipakai dalam memahami gejala alam spt gempa bumi ini. Padahal kemampuan iptek sangatlah terbatas dalam memahami gejala alam gempa bumi.

Jika kita baca, paham dan mengerti isi kandungan dan makna ayat-ayat Al Quran, sebenarnya salah satu bentuk azab dan kutukan Allah SWT akibat ulah dan perbuatan manusia yg gemar melakukan dan membiarkan perbuatan kemaksiatan di tengah-tengahan masyarakat kita seperti LGBT, berzina, mencuri, korupsi, makan yang haram spt narkoba. Juga perbuatan mempersekutukan Tuhan (musriq) menyembah alam, dan ingkar pada ayat-ayat atau firman Allah (kafirun) yakni faktanya ada tindakan regim yang tengah berkuasa memusuhi ulama, habib, ustadz dan cendekiawan muslim yang sering berdakwah.

Baca :  Pasca Gempa, Kabupaten Selayar Tetapkan Status Tanggap Darurat Sampai 27 Desember

Muncul berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, wabah penyakit/ Pandemi Covid 19, dsb bukan saja faktor ekologis, akan tetapi adanya faktor tangan Tuhan (teologis). Dengan kata lain, dengan perkembangan kemaksiatan dalam suatu negeri dan dibiarkan, maka dalam Al Quran, Allah SWT telah memperingatkan umat manusia bahwa Aku akan turunkan azab berupa bencana yg membuat manusia mati bergelimpangan, sakit sengsara, ketakutan, kelaparan dll.

Jika gempa bumi yang terjadi, maka hidup menjadi sengsara di lokasi pengungsian yang tidak aman dan nyaman dan bahkan banyak yang mati meninggal dunia yg membawa duka bagi keluarganya. Itulah namanya azab sebagai bukti kekuasaan Allah SWT yang murka kepada mereka manusia berbuat kafir, musriq, munafiq dan fasiq, yang kini mendominasi kehidupan di dalam masyarakat sekitar kita.

Maaf, sedangkan mereka yang Mukmin, yang teguh berpendirian dan beragama (istiqomah) untuk menegakan kebenaran dan mencegah kemungkaran (amar makruf nahi mungkar) di muka bumi dimusuhi dan dizholimi oleh elite penguasa (the ruling party) yg kafir, musrik, munafiq dan fasiq tersebut.

Kita harus yakin bahwa adanya azab karena adanya murka Allah SWT atas merajalela kemaksiatan, sungguh sangat jelas dan tegas dijelaskan dalam sejumlah ayat-ayat Al Quran, dimana telah mengisahkan sejarah atau meriwayatkan nasib peradaban ummat manusia yg kafir, pada masa beribu tahun lalu atau berabad-abad yg lalu, sebelum masehi (SM).

Sebut saja misalnya azab Allah untuk para pengikut kaum Nabi Lut dengan perbuatan maksiatnya kawin atau bersenggama (sodomi) sesama jenis lelaki (gay) Allah kirimkan guntur dan hujan batu; kemudian utk pengikut nabi Nuh yg kafir dgn banjir, pengikut nabi Musa yang kafir (Firaun) diazab dengan ditenggelamkam di tengah laut yg tiba-tiba terbelah.

Baca :  Gempa M 5,4 Lombok Timur, 2 Orang Meninggal dan Ratusan Rumah Rusak

Dan sebenarnya banyak lagi para pengikut nabi yg telah diberikan peringatan agar menyembah Allah SWT, tetapi mereka tetap ingkar terhadap ayat-ayat Allah, dan menyembah selain Allah yakni berhala-berhala ciptaannya, karena kekafirannya itu kemudian Allah SWT menurunkan azab berupa gemuruh-petir, gempa bumi, hujan batu, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan, gelombang laut pasang yang dahsat kuat dan tinggi kecepatannya, dikenal namanya “Tsunami”, yang mengerikan itu seperti yg pernah terjadi di Aceh, Desember 2014, dll.

Akan tetapi demikian banyaknya peringatan Allah dalam kitab suci Al Quran atas larangan berbuat maksiat, jarang, kita lalai atau tidak menggubris dalam hal penanggulangan bencana alam tersebut, akibat paham sekular yg baik sadar maupun tak sadar kita anut. Seharusnya para ulama dan tokoh masyarakat mengintensifkan materi dakwah Islamiyah “amar makruf nahi mungkar” di tengah masyarakat hingga sadar akan dosa-dosa, perbuatan maksiat yang telah mereka berbuat sesat selama ini.

Pendekatan mitigasi bencana lebih banyak dan fokus pada aspek material semata spt bantuan sembako, perbaikan fisik rumah, fosko kesehatan dll, dan sangat kurang sekali pada aspek pembinaan (literasi dan edukasi) mental spiritual keagamaan Islam, dakwah Islamiyah yg mencerahkan hati dan pikiran sehingga manusia dan masyarakat sebuah kaum yang terkena musibah itu, kini memahami dan meyakini ada gempa bumi adalah azab dan kutukan, serta teguran, peringatan keras dari Allah SWT.

Oleh karena itu masyarakat terdampak gempa bumi segeralah sadar, memperbaiki pola perilakunya yang berakhlaq mulia dan meninggalkan kejahatan-kemaksiatan, serta segeralah “bertaubatan nasuha ” dengan meminta ampun kepada Allah SWT (astaghfirullah), sebelum ajalnya dijemput malaikat maut, yang dikirim Allah SWT, akhirnya mati.

Baca :  Banten Diguncang Gempa 6,6 M, Warga Berhamburan

Dengan bencana alam gempa bumi yang menyesenggarakan masyarakat/ rakyat ini seperti yang terjadi di daerah Kabupaten Cianjur Jawa Barat, hendaknya menyadarkan kita bahwa ada yang salah dalam kehidupan kita, maka berhentilah berbuat maksiat, dengan meninggalkan dan menjauhi perbuatan terkutuk seperti kumpul kebo (free sex), “kawin kontrak”, lesbiyan, sodomi, bisex dan transgender (LGBT) serta kafir terhadap Allah SWT dengan berbuat meninggalkan Dinnulislam (murtadz) yang terus meningkat di desa-desa miskin kita. Nauzubillahi minzalik.

Semoga Allah SWT mengampuni orang-orang yg gemar maksiat dan harapan kita mereka segera kembali bertaubat kepada Allah SWT dengan khusuk dan tawadduak agar kembali ke jalan yang benar serta beraklaq mulia di tengah-tengah masyarakat pasca gempa. Aamiin-3 YRA.

Yakin dan percayalah Allah SWT melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang mukmin, sholat dan sabar (yg sholeh/hah), dan Allah SWT murka kepada mereka berperilaku ingkar (kafir), munafiq, musriq dan fasiq dalam kehidupannya di muka bumi yang fana ini.

Demikian, mohon maaf jika ada bahasa yang tak sepaham dalam tulisan ini, yang kontennya mensarikan firman Tuhan Allah dalam Al-Quranul Kariem. Niatnya hanya saling mengingatkan antar sesama agar kita kembali kejalan yg benar dan lurus (sirotol mustaqiem) sebagai jalan keselamatan baik di dunia maupun akhirats kelak yakni kita termasuk golongan kanan, penghuni Syurga-jannatunnaim, Aamiin YRA.

Mari kita bacakan surat Al Fatihah untuk arwah Saudara kita yang telah meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi. Semoga keluarga yang berduka, yang ditinggal sanak-famili diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pendiri-Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor; Pegiat dan Pengamat Sosial