Site icon LEAD.co.id

Gunung Dago Menjanjikan, IPB Kerahkan Tim Latih Tenaga Pemandu Wisata

BOGOR (Lead.co.id) – Banyak potensi alam di Kabupaten Bogor yang menjanjikan untuk wisata, namun belum tergarap dan dikelola dengan baik. Salah satunya adalah Gunung Dago di Kecamatan Parung Panjang yang tidak kalah dengan pemandangan wisata di daerah lain.

Salah satu faktor yang menunjang berhasil tidaknya mengelola wisata adalah pemandu wisata yang terampil. Keterampilan pemandu atau Tour Guide ini menjadi syarat utama yang mendukung keberhasilan pengelolaan wisata.

Berdasarkan kondisi tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University melalui kegiatan Dosen Mengabdi Pulang Kampung mengadakan pelatihan pemandu wisata alam di Wana Wisata Alam Gunung Dago pada Kamis, 15 September 2022.

Ketua Tim Dosen Mengabdi Pulang Kampung, Muh Faturokhman mengatakan, potensi wisata Gunung Dago harus dimanfaatkan agar ke depannya bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat. 

’’Kegiatan dosen mengabdi kali ini merupakan kegiatan yang kedua dengan fokus pada penyempurnaan aplikasi Wisata Alam Dago dan pelatihan pemandu wisata alam,’’ ujar Faturokhman.

Dia mengatakan, IPB melalui program Dosen Pulang Kampung berharap  membantu pengelola Wisata Alam Dago melalui transfer ilmu pengetahuan, keterampilan dan penguasaan teknologi yang dimiliki para dosen,

‘’Sehingga nantinya bisa  memajukan Wana Wisata Alam Dago  yang secara langusng dan tidak langsung dapat mendorong pergerakan ekonomi local,’’ tegas Fatur, sapaan akrab putra Jasinga tersebut.

Acara pelatihan diikuti 20  pemandu wisata yang berasal dari Wana Wisata Alam Dago. Selain peserta, acara juga dihadiri pengurus LMDH (Lembaga Masyarakat Desa dan Hutan) dan Perwakilan Perum Perhutani Bogor.

Hadir Aep Setiawan yang memberikan materi tentang tata cara operosional aplikasi wisata. Sedangkan Rini Untari menyampaikan materi tentang peran pemandu wisata dalam pengelolaan wisata alam.

Selain itu hadir Hudi Santoso yang memberikan materi tentang branding digitalisasi desa. Menurut Hudi, era digitalisasi, peran aplikasi, media sosial dan media online menjadi sarana yang paling efektif dalam mempromosikan wisata alam tersebut.

Selain itu, hadir juga Ketua LMDH Wana Wisata Alam Dago, Haji Mahfud. Haji Apud sapaan akrabnya, menyampaikan keberadaan IPB yang mau membantu pengembangan Wana Wisata Alam Dago sangat penting dan startegis.

‘’IPB memiliki peran dalam pengembangan awal Wana Wisata Alam Dago, IPB juga membantu dan menyumbangkan berbagai tanaman perintis yang berjumlah sekitar 1500 tanaman pada tahun 2017,’’ ujar Apud.

Tanaman tersebut menjadikan Wana Wisata Alam Dago ditumbuhi dengan berbagai tumbuhan.

‘’Melalui kegiatan dosen pulang kampung, kami berharap  Wana Wisata Alam Dago dapat berkembang dan maju, untuk itu kami sangat berterima kasih kepada para dosen dan juga IPB,’’ pungkas Apud.

Exit mobile version