BOGOR (Lead.co.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor melaksanakan Pendidikan Bela Negara bagi seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), di Markas Yonif 315/Garuda pada 18-19 Oktober 2024.
Kegiatan Bela Negara tersebut bertujuan untuk mempersiapkan mental dan fisik Badan Adhoc penyelenggara Pemilihan Serentak dalam menghadapi tantangan pada Pemilihan yang semakin kompleks.
Ketua KPU Kota Bogor, Muhammad Habibi, menjelaskan bahwa meskipun situasi di Kota Bogor saat ini masih kondusif, persiapan mental tetap menjadi prioritas.
“Alhamdulillah, Kota Bogor tetap dalam kondisi aman, tetapi teman-teman di lapangan, khususnya PPK dan PPS, harus siap mental dalam menghadapi segala kemungkinan selama Pilkada berlangsung,” ungkap Habibi usai melepas peserta bela negara di halaman KPU Kota Bogor, pada Jum’at (18/10/2024)
Kegiatan pendidikan bela negara ini dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, serta melibatkan Kejaksaan, Pemerintah Kota Bogor, Bawaslu, dan beberapa pihak dari Provinsi Jawa Barat.
“Materi-materi yang disampaikan berfokus pada penguatan mental dan fisik, termasuk kerjasama antar lembaga dalam menjaga kondusivitas selama pemilu,” tambahnya.
Kadiv SDM dan Sosdiklihparmas,
Darma Jufri, juga menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga serta kekompakan dalam menjalankan tugas pada hari pemungutan suara.
“Pendidikan bela negara ini adalah wujud penguatan nasionalisme dan kekompakan, agar semua elemen penyelenggara bisa bekerja sama dengan baik menjelang 27 November, ketika pemilihan serentak akan dilaksanakan,” jelas Darma.
Dalam pendidikan yang digelar mulai Jumat hingga Sabtu, 18-19 Oktober 2024 ini, sebanyak 30 anggota PPK dan 24 anggota PPS turut dilibatkan. Seluruh peserta diharapkan dapat lebih siap baik secara mental maupun fisik.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, teman-teman di lapangan lebih siap dan kuat dalam menghadapi dinamika Pilkada,” ujarnya.
Persiapan mental dan fisik yang baik dianggap penting oleh KPU Kota Bogor karena pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa Pilkada bukan sekadar acara formalitas.
“Ini bukan main-main, kita sedang mempersiapkan pemimpin Kota Bogor untuk lima tahun ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan rasa nasionalisme dan kerjasama antar penyelenggara pemilu, sehingga Pilkada berjalan dengan lancar dan damai, menghasilkan pemimpin yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat.





