Hadiri Muscab PPP Kota Bogor, Ade Yasin: Harus Menangkan Pemilu

oleh -231 views
Muscab PPP, PPP Kota Bogor, Ade Yasin, Pemilu

BOGOR (LEAD.co.id) – Ketua DPW PPP Ade Yasin menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VIII DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor, di Bogor Icon Hotel, Kecamatan Tanah Sareal, pada Rabu (13/10/2021). Dia menekankan, PPP harus memenangkan agenda Pemilu, baik Pilkada maupun Pileg.

“Tahun 2019 kita mengalami penurunan yang drastis di wilayah, jangan sampai kembali terjadi, jangan lengah karena goalsnya partai dilihat dari hasil pemilu. PPP harus memenangkan agenda Pemilu, baik Pilkada maupun Pileg,” tegasnya.

Dalam situasi saat ini situasi konsolidasinya pun berbeda dari tahun sebelumnya, misal memperlihatkan kepada masyarakat sebagai partai besar dan sebagainya.

Lanjut Ade Yasin, ada kerja-kerja partai yang harus segera dilaksanakan oleh pengurus partai, mungkin ada perubahan dibeberapa daerah. Ada beberapa daerah yang sudah selesai sebelum Muscab.

“Kita harapkan kepada para Dewan di Kota Bogor bisa mempertahankan lima kursi. Saya apresiasi DPC PPP yang menerima calon struktural dari luar partai. Namun, saya harapkan calon struktural partai dari luar ini tidak serta merta hanya membawa diri sendiri, melainkan misal memiliki gerbong yaa dibawa juga gerbongnya ke PPP,” tandasnya.

Kegiatan Muscab ini dihadiri oleh unsur DPP PPP diantaranya Saifullah Tamliha, Joko Purwanto, Andi Surya Wijaya, dan Ketua DPW PPP Jawa Barat, Hj. Ade Yasin bersama Yusuf Fuad. Dalam Muscab, Zaenul Mutaqin (ZM) kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin DPC PPP Kota Bogor periode 2021-2026.

Baca :  Kesbangpol Kota Bogor Gelar Forum Agenda Demokrasi

Ade mengatakan, Muscab adalah agenda lima tahunan, tentunya dalam rangka restrukturisasi partai. Agenda muscab ini sudah biasa ada pergantian maupun tetap, dimana teman teman bisa untuk mempercayai siapa yang akan memimpin. Dalam pemilihan pengurus ini harus loyalitas sehingga bisa solid dan tidak terpecah belah. Dalam situasi pandemi, kegiatan partai lebih soft atau halus, tidak melakukan kerja seremonial mengumpulkan para kader.

Menurut Ade yang juga Bupati Bogor ini, ada beberapa sasaran kerja partai. Diantaranya, pertama, silaturhami untuk tetap merangkul dan mempertahankan kader kita. Silaturahmi kepada tokoh-tokoh PPP dan tokoh agama yang dahulu pernah ikut serta membesarkan partai.

Kedua pendekatan kepada kaum perempuan, kaum perempuan ini kaum yang konsisten seperti majelis ta’lim dan sebagainya, suara perempuan snagat signifikan jadi bagaimana kita merangkul dan mengajak mereka untuk berada di PPP. Termasuk pendekatan dengan kaum milenial, di mana saat ini kaum milenial cukup tinggi di daerah 25-35 persen. Jadi ini sasaran yang harus kita rangkul melalui digitalisasi seperti medsos dan sebagainya.

Baca :  Sudarmaji Kembali Pimpin GPK Kota Bogor, Siap Berkontribusi untuk Partai

Keempat, kaum dhuafa. Perhatian dan pemberian bansos untuk kaum dhuafa serta harus terus menerus melakukan kegiatam sosial ke masyarakat. “Ingat, menjadi pengurus partai jangan mengharapkan honor, tetapi bagaimana keiklhasan kita untuk membantu dan mengembangkan partai. Soal perjuanhan Perda Ponpes di Kota Bogor ini sangat bagus sekali, tetap perjuangkan untuk mengambil pansus,” jelasnya.

“Januari akan ada launching seluruh dewan DPW maupun DPC, dimana launching ini untuk menberikan pemahaman menjadi anggota dewan dan sebagainya. Syarat menjadi anggota dewan, loyalitas, integritas, kapasitas, kualitas dan memiliki uang,” tambahnya.

Menjadi pengurus partai ini bukan pekerjaan yang mudah, harus memiliki loyalitas, integritas, kualitas dan sebagianya. Restrukturisasi itu penting, harus ada kolaborasi antara dengan kaum milenial. Semoga dengan Muscab bisa berjalan dengan lancar, sukses dan melahirkan generasi penerus yang lebih baik.

“Adinda Zaenul Mutaqin ini merupakan kader terbaik dan membanggakan. Kalau seluruh internal memberikan dukungan untuk di Pilkada Kota Bogor nanti, maka partai juga akan mendukung,” ucapnya.

Sementara, perwakilan DPP PPP, Syaifullah Tamliha mengatakan, pemilihan umum akan berlangsung tahun 2024, penuh retorika. Tantangan kita semua generasi milenial dengan ciri ciri yakni mudah berpindah hati, dompet tipis dimana bisa menyebabkan milenial memilih calon secara pragmatis, cuek dengan politik.

Baca :  Muscab ke-VIII PPP Kota Bogor: Merawat Persatuan dengan Pembangunan

“Bagaimana kita bisa bertahan dalam situasi tersebut, menjadi lebih baik yakni mencontoh sifat-sifat Rasulullah SAW. Perjuangan tidak mesti semata mata karena uang, tetapi kekuasaan dan jabatan yang kita miliki ditentukan oleh Allah SWT,” ungkapnya.

Menurutnya, di samping mengharapkan dukungan dari publik, juga harus diimbangi dengan berdoa kepada Allah SWT. Karena, mempertahankan lima kursi merupakan prestasi yang baik di Kota Bogor. “Jangan melupakan milenial, para ulama, habaib, dan tokoh agama lainnya. Kader PPP harus siap memenghadapi,” ucapnya.

Dia juga berharap, perpecahan yang terjadi di tahun 2019 lalu, tidak kembali terjadi di periode selanjutnya. Menurutnya, gesekan apapun harus dihindari, sehingga bisa memenangkan pemilu di tahun 2024 dengan perolehan terbesar.

“Mudah-mudahan muscab ini benar benar memberikan suasana dan marwah yang baru bagi PPP Kota Bogor. Zaenul Mutaqin adalah kader terbaik di Kota Bogor. Jadi sangat pantas dan layak kembali memimpin DPC PPP Kota Bogor,” pungkasnya.

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *