Hasil Swab 51 Tenaga Kesehatan RSUD Kota Bogor Negatif Covid-19

0

LEAD.co.id | Hasil Spesimen swab milik 51 orang tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor dinyatakan negatif Covid-19 usai melewati uji diagnostik di laboratorium Collaborative Research Center milik Institut Pertanian Bogor (IPB). Para petugas medis ini pun sudah bisa kembali bertugas melayani warga.

Kepastian hasil negatif ini disampaikan langsung oleh Direktur RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir, seperti dilansir laman resmi Pemkot Bogor, Minggu (26/04/2020).

“Sebelumnya 26 hasil sudah keluar, tadi habis tarawih saya mendapatkan hasil tambahan yang 25 lagi. Jadi, total swab 51 tenaga kesehatan hasilnya sudah keluar semua. Alhamdulillah semuanya negatif,” ungkapnya.

Baca :  Buat KK, Akta Kelahiran dan Akta Kematian di Kota Bogor Semakin Mudah

Dengan hasil tersebut, 51 tenaga kesehatan tersebut bisa langsung bekerja kembali melayani pasien di RSUD Kota Bogor.

Ilham juga meminta masyarakat untuk membaca informasi yang beredar secara utuh dan media harus mampu memberikan edukasi kepada masyarakat lewat pemberitaan sehingga tidak menimbulkan persepsi liar.

“Jadi pemberitaan yang menyebut 51 tenaga kesehatan positif corona, bisa dikatakan terlalu prematur ya. Bahkan memberikan efek psikologis kepada pegawai kami. Pegawai-pegawai RSUD itu ada yang mendapat stigma negatif. Ada yang tidak boleh pulang, makanya mereka akhirnya kami inapkan di hotel khusus yang disiapkan untuk tenaga medis, ada yang diinapkan di RSUD juga,” terangnya.

Baca :  Penertiban Jalan Dewi Sartika Diwarnai Tangisan Para PKL

“Hasil reaktif pada rapid bukan berarti positif. Itu titik tekannya. Jadi itu tidak bisa dijadikan sebagai diagnosa, tetapi sebagai tracing. Tracing itu penjaringan untuk kemudian dilakukan swab. Kami kan punya 1.000 pegawai, harus kami jaring karena tiap hari berhadapan di zona pelayanan Covid. Makanya harus dilakukan tracing itu. Dan terbukti kan Alhamdulillah hasilnya negatif semua swabnya,” tambahnya.

Sebelumnya, informasi lainnya yang diklarifikasi Ilham adalah terkait penutupan RSUD Kota Bogor akibat adanya 51 tenaga kesehatan yang positif corona. Menurut dia, RSUD Kota Bogor direncanakan sebagai rumah sakit khusus bagi perawatan pasien Covid-19.

Baca :  HPN 2019: Pers Bagian komponen Kekuatan Bangsa

“Klarifikasi tutup rawat jalan yang dimaksud adalah sesuai dengan surat edaran Kemenkes, yaitu membatasi poli rawat jalan non-covid sementara pada beberapa layanan,” ujar Ilham.

Meski demikian, kata Ilham, jika RSUD Kota Bogor sudah ditetapkan sebagai RS khusus Covid pun, masih ada empat layanan yang beroperasi melayani warga.

“Yang harus tetap berjalan adalah layanan bagi pasien hemodialisa, pasien hemato onkologi (kanker), pasien kronis yang tidak boleh putus obat dan pasien ke gawat daruratan,” pungkasnya.

Sumber : Prokompim
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here