Hatur Nuhun dan Harga Diri Samudera Tour D’Sukabumi

oleh -529 views
Hatur Nuhun, Harga Diri, Samudera Tour D'Sukabumi, Apendi Arsyad
Dr Apendi Arsyad

Oleh: Apendi Arsyad

Ruuaarr biaazzaa !!!, dan Hatur nuhun (terima kasih) mas Enomy dkk. Inilah ungkapan kata yang pantas nan tulus untuk dikomunikasikan kepada mas Ketu Samudera, beserta Panitia Touring Situ Gunung Samudera C.1981, terselenggara pada tanggal 30 – 31 Juli 2022.

Samudera Tour D’Sukabumi telah sukses menggembirakan warga Samuderanya, dengan paket kegiatan tour Bogor (Bgr)- Sukabumi (Skbm) dengan menaiki Kereta Api Indonesia (KAI) Pangrango, bolak-balik Bogor-Sukabumi, Jawa Barat.

Terus terang sejak dibukanya rute atau jalur KAI Bgr-Skbm, pada April 2022 yang baru lalu, saya AA sudah ada niat dan berhasrat untuk “menjajal” bisa menaiki sarana transportasi KAI ini, dari stasiun Paledang Kota Bogor yang baru berangkat ke Sukabumi, tapi belum juga terpenuhi karena berbagai kesibukan.

Kata cerita banyak orang, naik KAI dari Bogor ke Sukabumi cukup mengasikkan dan menyenangkan, bisa melihat panorama alam persawahan, perkebunan di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango yang hijau dan menawan.

Cerita-cerita ini mengundang rasa penasaran, sehingga membuat saya tertarik, bahkan ingin mengajak anggota keluarga, touring ke Sukabumi, tapi tertunda-tunda karena si sulungku masih studi S3 di Jepang.

Dengan adanya rencana dan tawaran mas Ketu/ bro Enomy, Buben/ mbak Ima dan bro Danjen Tria, etc untuk mengadakan kegiatan berwisata ke destinasi Situ Gunung Sukabumi dengan naik KAI Pangrango dari stasiun Paledang Bogor, saya sangat bersemangat untuk mendaftarkan diri, segera melunasi segala kewajiban, agar bisa ikut bareng berdarma wisata (touring) bersama kawan-kawan Samudera, yang juga tertarik dan berkesempatan ada waktu.

Dalam hati pun berbisik, …bak pepatah Melayu Riau “Pucuak dicinto Ulam pun tibo”, ini kesempatan yang amat saya tunggu-tunggu perjalanan PP naik KAI Bgr-Skbm. Ternyata, setelah menikmati perjalanan dengan KAI Pangrango, sebagian besar kawan-kawan juga belum pernah, dan ini perjalanan pertama kali mereka, sama halnya dengan saya.

Alhamdullah. Hatur nuhun, terima kasih bro Enomy/mas Ketu Samudera yang baik hati dan sukses menghibur warganya Samudera C.81. Mohon maaf, agak telat sharing, posting dan koment, karena ponsel (Hp) baru bisa hidup (on) Senin pagi ini lk pukul 10 Wib.

Sejak pagi subuh kemarin di Sukabumi, menginap di mes BBAT Sukabumi, entah mengapa Hp mati total (off). Kemungkinan pesan dan postingan gambar yang masuk over capacity, dan harap maklum hp jadoelku, menjadi “hang”.

Jadi lk 1,1/4 hari, saya berpuasa tidak bisa berkomunikasi dengan Hp. Rasa hidup ini, sejak Minggu kemaren merasa terlepas dari hiruk-pikuk dunia informasi dan komunikasi digital, terlebih dengan teman-teman Samudera “lose” sharing dan postingan.

Sialnya, akibat hpku mati, kesempatan memotret panorama “daerah persawahan” yang menghijau, alami di kawasan kaki Gunung Salak dan Gede-Pangrango pun gagal.

Ya… kebetulan cuaca kurang baik, berawan, berkabut tebal menutupi puncak-gunung, sehingga panorama alam gunung Salak dan Gede-Pangrango yang elok tersebut, tidak begitu tampak jelas dari jendela KAI. Akhirnya perjalan pulang lk 2 jam naik KAI Pangrango dari Sukabumi ke Bogor lebih banyak tiduran ketimbang melek, sehingga panorama keindahan alam tidak sempat diabadikan dan atau dinarasikan,… sayang.

Alhamdulillah pagi ini setelah dikutak-ketik Hp-ku hidup (on) lagi, sehingga bisa melihat-lihat berbagai gambar postingan-pro “pdip” berkostum merah menyala, yang tampak lucu-lucu, happy, berekspresi ketawa lepas, riang gembira di spot-spot jembatan (Suspension Bridge).

Jembatan Merah, Air Terjun Curug Sawer, Keranjang Sultan, sambil berphoto ria dengan spanduk Samudera Tour D’Sukabumi. Juga makan di resto masakan Sunda, acara malam hiburan dan pemberian hadiah bagi para pemenang lomba, bertempat di taman pekarangan Balai Benih Ikan Air Tawar (BBAT) yang sudah berdiri sejak 1904 sebagai “school landsbow” di zaman pemerintahan Hindia Belanda. Dalam perjalanan Lembaga Diklat perikanan air tawar berganti beberapa kali nama, dan sekarang bernama BBPBAT Sukabumi dibawah naungan KemenKP RI.

Baca :  Dilema Keadaan, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Berwisata

Kita juga menikmati udara segar di pagi hari dengan berjalan kaki menikmati suasana pagi mengelilingi arena perkolaman dengan aneka spesies ikan, dan mengamati arsitektur kantor BBAT Sukabumi, dengan melihat-lihat sudut-sudut gedung tempo doeloe “heritage” BBAT tempo doeloe, serta tersajinya berbagai poster gambar produk-produk riset budidaya ikan air tawar Indonesia di sepanjang kantor pusat BBAT, seperti poster “Mantap”, singkatan dari “Majalaya Tahan Penyakit”, etc.

Pokoknya warga Samudera kali ini berhappy-happy lagi, menikmati perjalanan wisata alam (ecotourisme) di kawasan pegunungan dan wisata sains-ristek BBAT yang menakjubkan itu, serta wisata belanja Mochi, dll di kota Sukabumi.

Selama berada di kolam-kolam ikan BBAT, saya pun teringat kembali, masa-masa kuliah doeloe di Fakultas Perikanan IPB pada tahun 1981-1986an, belajar beberapa mata kuliah spt biologi ikan, taksonomi dan anatomi ikan, avertabrata air, teknologi budidaya perikanan, ekologi perairan, etc. Kunjungan touring kali benar-benar “refreshing” ilmu-ilmu perikanan, apalagi sebagian dari kami alumni dan lulusan FPIK sudah banyak yang “murtad” meninggalkan kompetensi keilmuan sbg sarjana/insinyur perikanan.

Jadi tidaklah heran, publik mengungkapkan dengan plesetan terhadap almamater IPB, kepanjangan dari “Institut Pleksibel Banget”, apa-apa saja bisa dikerjakan alumninya, kecuali “pertanian” itu sendiri… he he he, bercanda.

Sekali lagi, mas Ketu Enomy, hatur nuhun atas banyaknya postingan photo-photo disertai captionnya, dengan berbagai aktivitas kita selama touringnya, yang sangat luuaarr biaazza.

Saya dan kita ikut merasa senang dan happy menikmati gambar-gambar dari postingan mas Enomy tersebut, diantaranya ada gambar mas Ketu Enomy dengan AA/ mantan pemain band Pelajar SMPN Cerenti tempo doeloe, pelantun lagu “mie rebus angin malam”. Photo ini sangat mengesankan bagi saya.

Berkat adanya mas Ketu Enomy yang pemberani, dan support kawan-kawan Samudera, alhamdulillah saya “berhasil” sampai ke ujung seberang jembatan Suspension Bridge yang panjang dan posisinya terletak di lembah yang sangat curam.

Pada beberapa tahun yang lalu sebelum masa Pandemi Covid-19, saya sudah pernah touring ke taman nasional wisata alam Situ Gunung ini bersama rombongan “tour” keluarga besar Faperta UNIDA Bogor, saya gagal menyeberang jembatan gantung Suspension Bridge tersebut. Entah mengapa saya gugup, strees, “alergi” memandang ke arah bawah, lembah yang curam dan jembatannya pun bergoyang-goyang.

Saya pun berbalik arah alias gagal menyeberang waktu itu. Akan tetapi, perjalanan kali ini bersama kawan-kawan Samudera, sambil melihat ke arah atas bukit dan kesamping, akhirnya saya bisa berhasil melewati jembatan legendaris ini. Walaupun masih “stress”, kaki-lutut sedikit gemetar dan perasaan gugup pun tidak hilang, tapi alhamdulillah sukses.

Terima kasih juga buat ibu bendahara (Buben) Ima (Ir. Hj. Siti Fatimah), orangnya yang cantik dan baik hati, yang saya tahu dari Danjen Tria, Buben bertekad kuat agar kegiatan dan acara “touring” KAI Bogor-Sukabumi bisa terlaksana demi “harga diri’ Samudera.. ha ha ha.

Maksudnya, seandainya warga Samudera tidak ada yang mendaftar ikut touring, buben Ima dan mas Ketu Enomy berdua yang akan berangkat touring, demi “harga diri” (marwah) angkatan Samudera.

Saya mendengar kata-kata spontan dari pengatur acara (MC) Danjen Tria pada malam minggu itu, saat acara “bakar ikan dan hiburan Karoke”, saya bertepuk tangan, memberikan uplaus dan apresiasi ada tekadnya yang luuaarr biaazzah dari Buben Ima. Alhamdulillah kekhawatiran tidak sampai terjadi, dimana warga Samudera, alhamdulillah banyak yang bisa ikutserta, ada sebanyak lk 22 orang, sehingga Samudera bisa touring ke SituGunung Skbm Jawa Barat.

Baca :  PSDKU IPB Sukabumi Siap Memulai Tahun Ajaran Baru

Selamat Buben Samudera mbak Siti Fatimah atas kerja kerasnya, dan berbagai pengorbanan yang dilakukannya, tekatnya begitu kuat untuk terlaksananya touring “SituGunung”-D’Sukabumi, demi menjaga “harga diri” Samudera. Saya AA dkk salut dan berterima kasih kepadanya, sehingga kegiatan tour D’Sukabumi berjalan aman dan lancar.

Terima kasih juga buat bro Danjen Tria Mahendra, sutradara acara malam “ikan bakar dan hiburan Karoke” ala Samudera, yang telah sukses membawa suasana senang dan riang gembira, diselangi dengan banyolan-banyolan (jeb-jeb tanpa beban) yang lucu-lucu, tidak ilmiah oleh MC Tria, sehingga para sahabat Samudera tertawa-tawa riang gembira, rasa penat pun hilang krn sistem syaraf menjadi kendur dan rileks.

Dampaknya, komunikasi antar sesama warga Samudera pun cair, akrab dan saling mengenal kembali dengan baik, alias “cinta- kasih” bisa bersemi kembali, he he he.

Harap maklum ada dua orang peserta yang sejak lulus FPIK IPB lk 40 tahun lalu, baru “terbit” sekarang, kita bertemu, bersua wajah yakni dengan bro Juber Usman (pebisnis tambak Udang) dan bro Wawan Koswara (pebisnis warung Kopi).

Acara malam itu, juga diisi hiburan musik Karoke dan pemberian hadiah bagi “para pemenang” yang dipandu bro Tria Mahendra, artis kawakan Asgar, etnis Sunda, besar di Jkt, cukup menghangatkan suasana bersilaturahmi – lesehan pada malam itu.

Kemudian saya pun diberikan kesempatan menyanyikan lagu wajib, kesukaanku “mie rebus”, alias tembang kenangan “Angin Malam” by Broeri Pasolima di tengah kawan-kawan Samudera yang baru dan sedang kekenyangan menyantap masakan enak, antara lain makan ikan bakar Gurame dan ikan Patin ala BBAT Sukabumi, yang gurih.

Saya AA juga diganjar hadiah “ponsel Roti”, karena memenangkan lomba, isi dompet di sakunya yang terbanyak berisi dokumen dan ‘kertas-kertas’ belanja dan menyimpan fhoto keluarga, selain KTP dan ATM.

Alhamdulillah kawan-kawan Samudera juga diguyur-panen “hadiah”spt peserta datang dari tempat terjauh (uda Afrudin dari Lampung, pensiunan ASN), peserta yang paling banyak membawa botol Handsanitazier (Rina), peserta yang paling bertanggungjawab terhadap tugas-tugas akademik dan rajin membawa laptop (Wini), peserta konstum terbaik (Sofie dan istri uda Afrudin), peserta yang tenang (Ita), peserta suami-istri yang serasi dan terajin bersilaturami Samudera (Evie dan kang Janu/JNE).

Peserta sukses meraih gelar Profesor ada 3 org (Indra, Gadis dan Rudi), peserta sangat peduli Tour sehingga cepat berbuster (Asep), peserta bertekat kuat touring demi “harga diri” Samudera (Ima), Ketu Samudera terbaik dan melayani warganya (Enomy), ketu Samudera pertama-pelopor (Indra), peserta pendamping Profesor sukses (Nana), peserta “ahli hisap” terbaik (Rety), peserta sbg pengusaha Samudera sukses aquapreuner (Jubir), dan pengusaha kopi (Wawan) serta tuan rumah (host) yang baik (Emmy).

Saya memohon maaf, apabila ada yang terlewatkan namanya, tidak tersebutkan disini. Nama-nama itu adalah hasil penilaian “cerdas” seorang juri tunggal Danjen Tria Mahendra, konsultan pajak, yang tak bisa diganggu gugat peserta Samudera Tour D’Sukabumi. Hatur nuhun kang Danjen Tria, dan semua pemenang mendapat hadiah.

Selain itu, saya AA bersama bro Danjen Tria, berkesempatan berjalan kaki mendaki rute jalan utama dengan “ngos-ngosan” sepanjang lk 200-300 meter, menuju gate Suspension Bridge, karena kami tak sabaran menunggu mobil jemputan Taman Nasional.Gn Gede Pangrango. Tapi alhamdulillah, berjalan kaki cukup mengasyikan dan menyehatkan jantung, juga berjalan berdua sambil melihat pepohonan Mahoni dll yang tumbuh subur di areal taman perbukitan wisata Situ Gunung yang menghijau (green park).

Baca :  Gempabumi M5,0 Guncang Sukabumi, Tidak Berpotensi Tsunami

Semoga kang Tria, sahabatku sehat selalu, agar bisa bersenang-senang lagi, ketawa-ketiwi di acara silaturrahmi Samudera C 81 yang akan datang. Katanya, ada rencana diadakan touring lagi ke lokasi tambak udang milik juragan Juber di kawasan pesisir Banten.

Oh ya wabil-khusus, tak lupa saya AA dan kita semua peserta Tour D’Sukabumi, tentunya sangat berterima kasih kepada mbak Emmy (senior saintis BBAT) beserta suaminya kang Yayat yang baik, sepenuh hati melayani kami, mulai dari menjemput kami di stasiun KAI Cisaat…. hingga kami diantar ke SituGunung, setelah itu esok harinya kami pulang diantar di stasiun KAI Sukabumi.

Hatur nuhun mbak-kang, kalian berdua telah menjadi “host” yang baik, sehingga kami telah mendapat pelayanan yang baik dan sangat manusiawi sekali, dengan penyediaan makanan dan minuman yang lezat dan bergizi, menghangatkan badan, serta tempat penginapan (mes BBAT), kami bisa beristirahat yang aman dan nyaman, sehingga tidur kami pun nyenyak, sampai-sampai bermimpi indah menaiki jembatan “seram” dengan ketinggian yang sangat curam dan sangat panjang, bergoyang-goyang bernama “Suspension Bridge” milik izin Usaha Swadaya Pariwisata Alam Pengelola Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango, yang banyak dikunjungi Wisnu dan Wisman tersebut.

Demikian juga, kami tak lupa berterima kasih kepada para Teteh dan Mamang-mamang para kru “asisten” mbak Emmy, yang telah membantu memasak dan menghidangkan makanan dan minuman yang enak-enak dan menunya langka seperti Bajigur, serta rebusan ubi, singkong, rebusan pisang, dll, yang barang tentu cukup lezat.

Waktu kami pulang pun semua peserta Tour D’SituGunung”-Sukabumi, mendapat Oleh-Oleh bingkisan al berupa ikan bakar Gurame, pemberian mbak Emmy, yang nantinya akan pensiun kira-kira pada bulan November 2022 mendatang, jika saya tak salah dengar dari MC Danjen Tria.

Smg Allah SWT menjadikan kebaikan mereka-mereka ini, sebagai amal sholeh dan mendapat berkah serta pahala yang setimpal dari Allah SWT, Aamiin-3 YRA.

Saya juga berterima kasih dan memohon maaf kepada segenap Sahabat Samudera C.1981, yang berkesempatan ikut dalam kegiatan “touring D’SituGunung” tahun 2022 ini, yang sangat mengembirakan tersebut. Kehadiran kita telah memberikan semangat baru dan pengisi waktu dalam masa kehidupan lansia kita.

Permohonan maaf yang tulus, saya sampaikan dalam tulisan AA ini, atas khilaf dan salah dalam berucap “herraian” dan bertindak selama kita menikmati perjalanan wisata alam kali ini. Kita saling memaafkan atas segala kekhilafan yang telah diperbuat, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong kita sekalian, yang tetap beriman dan bertaqwa kepadaNya, serta gemar berbuat kebajikan (hablumminnallahi wani’akmal wakiil, minnalmaulla wani’akman natsiir).

Demikian narasi singkat sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih atas kerjasama dan kebaikan teman-teman Samudera C 81 dalam menjalani rangkaian acara Tour D’SituGungung” tahun 2022, yang mengesankan dan menghibur kita semua.

Sekali lagi, saya AA memohon maaf, apabila ada bahasa yang tidak berkenan di hati para sahabat sekalian pada tulisan AA ini. Bak pepatah “tiada gading yg tak retak”. InsyaAllah “Touring” kali ini berfaedah dalam memelihara kesehatan dan persahabatan antar sesama kita warga Samudera, demi “harga diri”, demikian kata Buben Ima, yang baik hati, dengan selalu bersemangat. Saya doakan, semoga mbak Ima sehat, berbahagia dan selalu ceria, Aamiin YRA.
Ingat harga diri Samudera !.



Penulis adalah Alumni FPIK IPB C.17 1383; Pendiri-Dosen Senior (Assoc. Prof) Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial, mukim di Ciawi Bogor