LEAD.co.id | Warga pesisir Dusun Pandansari, Desa Kaliwingi, Brebes punya masalah minimnya ketersediaan air bersih. Melihat itu, Dompet Dhuafa melalui Prakarsa Berkelanjutan melakukan intervensi berupa intalasi Pemanen Air Hujan (PAH), sebuah penampungan air hujan dengan melewati setidaknya 4 proses filterisasi.
Air yang biasa dipakai oleh warga pesisir tersebut masih terasa asin atau payau, mengingat jaraknga tak jauh dari bibir laut. Mereka yang kebanyakan sebagai nelayan dan buruh tambak, biasa menggunakannya untuk bersih-bersih, urusan konsumsi beli air dari luar. Karena kebutuhan mendasar, sebagian besar uang mereka hanya diperuntukan kebutuhan air.
“Air disini memang seperti mas, sedikit payau tidak apa lah,” terang Wahyudin, salah satu warga seklaigus aktivis mangrove di desa tersebut, Jumat (14/2/2020)
PAH, adalah sebuah intalasi penampungan air hujan dengan melewati setidaknya 4 proses filterisasi. Dengan air tersebut, warga tidak perlu lagi membeli air di musim penghujan. Ditempatkan di tiga titik di desa tersebut, warga pun bisa menghemat lebih banyak air bersih, setidaknya selama setengah tahun.
“Alhamdulillah, yang ini sudah jadi mas. Airnya segar sekali, belum pernah saya rasa air yang sesegar ini,” terang Wahyudin, sambil menunjukan salah satu instalasi yang telah selesai dipasang di Masjid Dusun Pandansari.
Warga kini, bisa menghemat selama 6 bulan lamanya. Kebutuhan air bersih, kini telah tersedia dari air hujan yang telah difilter dengan PAH. Selama musim hujan, warga tidak perlu lagu membeli air bersih. Uang yang biasa mereka pakai untuk kebutuhan air, bisa ditabung untuk kebutuhan air di musim kemarau.
“Konsepnya itu memang memanfaatkan air hujan. Dengan begitu, warga tidak perlu lagi membeli air selama musim hujan. Uang yang mereka biasa belanjakan air, kini bisa ditabung untuk kebutuhan di musim kemarau,” terang Syamsul Ardiansyah, Manager Lingkungan dan Keuangan Mikro Syariah Dompet Dhuafa. (DD)





