Hijrah !, Dulu Anak Preman Sekarang Pimpinan Majelis Ta’lim

oleh -747 views
Hijrah, Preman, Majelis,
R Herman Syah Amanah, Pimpinan Majelis Ta'lim Sir Budi Cipta Rasa

LEAD.co.id | Istilah preman pensiun yang tidak asing dimasyarakat ternyata jelas adanya di kehidupannya nyata. Di cap oleh masyarakat sebagai anak preman membuat R Herman Syah Amanah melakukan pembuktian dengan cara berhijrah.

Hijrah yang dilakukan Herman ini dengan membuka Majelis Taklim Sir Budi Cipta Rasa yang bergerak di bidang tawasul pengobatan lahir dan batin, berlokasi di Kampung Talang Sari RT03/02, Desa Pasir Laja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Dirinya menjelaskan menggeluti pengobatan ini berawal ketika dirinya sering mendapatkan cibiran hingga disepelekan karena anak seorang preman dan selalu membuat ulah.

Baca :  Sekretariat HMI Jakarta Diserang Preman

“Saya hijrah, dan membuka Majelis Taklim Sir Budi Cipta Rasa, hingga saat ini. Sekarang jamaah mencapai 500 orang dan sering dilaksanakan pada tawasulan,” ucapnya saat bincang-bincang bersama, Minggu (30/08/20).

Sebelum berhijrah, dirinya mengaku bergelut di jalananan sampai melalang buana, mulai hidup di pasar hingga mendapatkan uang banyak. Namun, hal ini berpikir untuk meninggalkan dunia jalanan dan mencari jalan Allah.

“Pengalaman di jalanan membuat saya berpikir, ingin hidup tenang dan nyaman serta berguna bagi masyarakat dan meninggalkan dunia jalanan,” kata dia.

Baca :  Berkontribusi saat Pandemi, ACT Berikan Penghargaan untuk Majelis Telkomsel Taqwa

Selain itu, dirinya pun aktif dalam organisasi masyarakat, seperti Badan Pembinaan Pontensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) dan Forum Betawi Rempug (FBR). Bahkan jauh sebelum terjun ke dunia ormas, dirinya pernah menjadi santri di salah pondok pesantren dan sudah menekuni pengobatan selama 5 tahun terakhir.

“Bagi warga yang sakit, setelah di obati, nantinya akan diberikan obat dari rempah-rempah berbentuk kapsul dan jamu. Alhamdulilah dengan ijin Allah, banyak warga Bogor bahkan saya pernah terbang ke Singapura juga untuk mengobati, saya sekarang lebih banyak di Majelis dengan berbagai kegiatan tawasulan dan pengajian bersama jamaah,” pungkasnya.

Baca :  PCNU Kota Bogor Sediakan Kitab Turots Gratis bagi Pesantren

Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *