HJB ke-544: Bergerak Serempak, Nyata Berdampak

oleh -163 views

BOGOR (Lead.co.id) – Puncak perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang dipusatkan di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung pada 3 Juni 2026 bukanlah sebuah kebetulan. Tersembunyi di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak, desa bersejarah ini menjelma menjadi kanvas sempurna untuk tema “Bergerak Serempak, Nyata Berdampak”. Selama setahun terakhir, denyut pembangunan berdetak kencang di pelosok ini.

Bayangkan, jalan bebatuan peninggalan zaman Belanda yang selama puluhan tahun memisahkan Malasari dari kemajuan, kini telah menjelma menjadi Jalan Nirmala yang mulus sepanjang 18,5 kilometer. Langkah berani ini memprioritaskan wilayah terpencil di perbatasan, membuka akses yang sebelumnya mustahil, dan menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi.

Baca :  Peringati HJB ke-544 dan Milad Ke-9, AMBS Gelar Aksi Bersih dan Hijaukan Kawasan Puncak

Dampaknya langsung terasa. Roda ekonomi warga berputar kencang. Ikon wisata baru bermunculan, menyaingi popularitas Puncak dengan hamparan kebun teh Nirmala yang asri dan udaranya yang sejuk. Bahkan, meroketnya permintaan menginap jelang HJB ini memaksa warga menyiapkan rumah-rumah mereka sebagai homestay.

Apresiasi tak hanya untuk infrastruktur. Pak Rudy dan Jaro Ade memastikan perubahan itu berdampak menyeluruh. Dari sisi lingkungan, komitmen tinggi terus dijaga dengan menanam 219.676 bibit pohon sebagai upaya restorasi hutan dan peringatan agar pembangunan tak merusak alam. Dari sisi pendidikan, hadir bus sekolah untuk anak-anak Malasari. Dari sisi budaya dan sosial, digelar napak tilas yang dipimpin langsung Jaro Ade, khitanan massal untuk 100 anak, nobar wayang golek, hingga program Jumling untuk meresap aspirasi warga.

Baca :  Rayakan HJB ke-544, BMSN Ajak Media Kawal Pembangunan Bogor

Sentuhan istimewa lainnya adalah rencana berani Bupati Rudy Susmanto untuk rutin “berkantor” di bekas Pendopo Bupati Pertama di Malasari. Ini bukan hanya menghidupkan kembali sejarah, melainkan simbol dekatnya pemimpin dengan rakyat dan keseriusan membangun dari pinggiran.

Untuk Bapak Rudy Susmanto dan Jaro Ade, kerja keras yang telah Anda perlihatkan adalah bukti bahwa sebuah kepemimpinan harus hadir di garis terdepan. Malasari kini bukan lagi desa yang terisolasi, ia adalah bukti nyata dari tema HJB ini. Dengan seluruh elemen yang bergerak serempak—rakyat, pemerintah, dan swasta—perubahan yang membawa kesejahteraan akan selalu mungkin untuk diwujudkan.

Baca :  Peringatan HJB ke-544 di Malasari, Aliansi BEM Se-Bogor Puji Kepemimpinan yang Membumi

Dirgahayu Kabupaten Bogor ke-544! Teruslah bergerak, teruslah berdampak. Salam Bogor Istimewa!