HMI Cabang Bogor Membuat Pestisida Alami dari Limbah Rokok

243
0
HMI, Pestisida, Limbah Rokok, GSMI
Aktiviis HMI cabang Bogor saat melakukan kegiatan pembuatan pestisida alami dari sampah puntung rokok, di GSMI Bogor, Sabtu,(22/2/2020).

LEAD.co.id | Puntung rokok adalah salah satu limbah yang cenderung dipandang sebelah mata, sering dibuang sembarang tempat sehingga menjadikan lingkungan kotor. Namun, ini menjadi peluang untuk memberdayakan limbah puntung rokok sebagai sarana yang murah dan dapat mengendalikan hama pada tanaman

Berdasar data yang dihimpun dari riset pasar Nielsen, jumlah produksi puntung rokok di Indonesia pada tahun 2019 telah mencapai 118,5 miliar. Hal ini, lambat laun akan berdampak buruk karena dapat mencemari lingkungan baik di darat maupun di laut.

Sementara itu, apabila dilihat dari segi nilai manfaat, sampah puntung rokok ini sebenarnya memiliki potensi yang bisa diimplementasikan kepada masyarakat terutama petani. Hal ini berkaitan dengan perawatan tanaman yang harus diberikan pestisida atau pembasmi hama secara rutin.

Baca :  Forum KAHMI Pantura Resmi Dilantik

Petani sering menggunakan pestisida kimia, namun penggunaan secara terus menerus dapat menimbulkan bahaya tersendiri. Selain tidak ramah lingkungan dan harga yang mahal, pestisida kimia dapat ikut membunuh musuh alami hama tanaman, seta dapat menyebabkan penumpukan residu kimia dalam hasil panen sehingga akan berbahaya bagi kesehatan.

Permasalahan ini menjadi peluang untuk memberdayakan limbah puntung rokok sebagai sarana yang murah dan dapat mengendalikan hama pada tanaman. Karena itu, Bidang Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor melakukan kegiatan pembuatan pestisida alami dari sampah puntung rokok sekaligus dalam rangka menyambut hari peduli sampah nasional, di GSMI HMI Cabang Bogor, Sabtu,(22/2/2020).

Objek kegiatan tersebut yaitu berupa tanaman cabai dan bibit bunga matahari yang terserang hama dan penyakit.

Baca :  Apa Kabar Gedung DPRD Kota Bogor ?

“Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu peluang besar membantu petani untuk menghemat biaya produksi sekaligus sebagai upaya mengurangi sampah di lingkungan sekitar kita, mengingat bahwa sampah puntung rokok ini sangat mudah didapatkan, dan penggunaaan pestisida alami ini bisa digunakan pada tanaman holtikultura maupun tanaman buah seperti apel dan lainnya” ujar Kabid LH HMI Cabang Bogor, Yopin dalam kegiatan tersebut.

Cara penggunaannya yaitu: cairan puntung rokok dicampur dengan air biasa menggunakan perbandingan 1:2, kemudian pestisida limbah puntung rokok disemprotkan pada tanaman sekitar 3 kali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan.

“Walaupun pestisida ini bersifat nabati, kita harus tetap membersihan hasil panen sayur maupun buah sama halnya dengan pestisida alami lainnya agar hasil panen tersebut bisa dikonsumsi dalam keadaan besih” ujar lagi.

Baca :  Milad HMI ke-73, Wabup Pamekasan Kupas Independensi HMI

Kelebihan penggunaan pestisida alami dari sampah puntung rokok ini antara lain: mencegah kehadiran hama karena baunya yang menyengat, merusak syaraf hama, mengacaukan sistem hormon hama, mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri, serta dapat menyebabkan gangguan metamorfosa dan gangguan bagi serangga.

Yopin melanjutkan, limbah puntung rokok memiliki kandungan nikotin, fenol, dan eugenol yang masing-masing memiliki peran dalam mengendalikan hama pada tanaman. Nikotin bersifat racun bagi organisme (Dayan dan Duke, 2003), sedangkan berdasarkan penelitian Manohara et al. (1993) dan Vaya et al. (1997) menyatakan bahwa eugenol dan fenol berperan efektif dalam mengendalikan patogen tanaman.

Reprter: Supriatna

Editor: Fardiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here