Site icon LEAD.co.id

IEW Harap Kontestan Pilkada Tidak Kampanye SARA

IEW, Nofria Atma

Koordinator IEW, Nofria Atma Rizki

LEAD.co.id | Indonesia Election Watch (IEW) meminta para kontestan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 berkomitmen melaksanakan kampanye secara sehat. Artinya, kampanye harus berdasarkan pertarungan ide dan gagasan untuk pembangunan daerah.

“Kampanye sehat yang basis pertarungannya adalah ide dan gagasan, yang nantinya akan dituangkan dan disampaikan dalam bentuk visi, misi dan program kerja. Tentunya ide dan program yang tidak hanya sebatas di atas kertas atau retorika belaka,” kata Koordinator Nasional IEW, Nofria Atma Rizki, Kamis, 3 September 2020.

Diketahui, pilkada yang akan diselenggarakan serentak pada 9 Desember 2020 nanti akan diikuti 270 daerah, terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Nofria Atma menilai dalam situasi krisis pandemi seperti daat ini masyarakat tidak boleh terbelah atau terpolarisasi seperti pada pilpres 2019 lalu. Ia juga menekankan agar tidak ada lagi kampanye yang berbau SARA maupun berita bohong.

“Kasihan masyarakat sedang sulit. Jangan ada lagi kampanye-kampanye hanya berisi hujatan, berita bohong dan menyebarkan isu-isu identitas yang memecah masyarakat. Para calon harus berani untuk tidak melakukan itu,” tuturnya.

Ia menegaskan para cakada tidak hanya kampanye sehat terkait isu, tetapi juga harus menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Misal melakukan jaga jarak dan tetap menggunakan masker dan sering cuci tangan.

“Protokeler kesehatan ini harus dipatuhi oleh semua pihak. Baik peserta, penyelenggara maupun pemilih. Karena ini adalah salah satu kunci sukses Pilkada serentak 2020,” kata Nofria Atma.

Reporter: Dzulqaidah
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version