LEAD.co.id | Ikatan Mahasiswa dan Alumni Mapat Tunggul Pasaman (IMAM Pasaman) meyesalkan lambatnya Pemerintah Daerah Pasaman dalam menanggulangi bencana banjir dan longsor di Nagari Muaro Sungai Lolo.
Diketahui sebelumnya, kawasan terjauh Kabupaten Pasaman yaitu Kampung Pintuai Jorong I Muaro, Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan dihantam banjir bandang dan longsor dahsyat, pada hari Sabtu, 15 Februari 2020 lalu.
Lima orang warga dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu orang warga bernama Minas (50) ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor sebelumnya.
Dari data di himpun Editor melalui PUSDALOPS PB/TRC BPPD Kabupaten Pasaman, dampak banjir bandang dan tanah longsor di Jorong 1 sungai Lolo 105 unit rumah dan Jorong 2 sungai Lolo 146 unit rumah dengan 200 KK . Saluran Irigasi rusak sekitar 30 hektar, bendungan dan jaringan air bersih Pamsimas rusak.
Melihat besarnya dampak musibah banjir ini, Ketua Dewan Pembina IMAM Pasaman, Nofria Atma Rizki menyesalkan pihak Pemda Pasaman yang lambat menangani bencana tersebut. Dia juga menyayangkan sikap Bupati Pasaman karena tidak mau turun langsung melihat masyarakatnya yang sedang ditimpa musibah cukup berat.
“Kami juga sangat menyesalkan tidak adanya rasa empati Bupati Pasaman Bapak Yusuf Lubis terhadap masyarakat korban banjir dan longsor,” ungkap Rizki melalui siaran pers yang diterima LEAD.co.id, Selasa (25/2/2020).
Menurutnya, kedatangan Bupati Agam Indra Cari yang sampai ke lokasi titik bencana merupakan tamparan keras bagi Bupati Yusuf Lubis dan Wabup Atos Pratama.
“Harusnya mereka berdua yang harus turun lebih dahulu,” tambah aktivis HMI ini.
Selain itu, menurut Rizki, buruknya akses jalan ke lokasi bencana, adalah bukti kegagalan Bupati Yusuf Lubis dan Wabup Atos Pratama dalam memimpin pasaman yang periodenya sudah mau habis. Artinya, pemda Pasaman yang dipimpin oleh Bupati Yusuf Lubis dan Wabup Atos Pratama gagal dalam mewujudkan pembangunan yang merata di Pasaman sebagai mana janji kampanye dulu.
“Sebagai anak nagari yang diperantauan, mewakili sanak keluarga di kampung halaman kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu korban banjir di Nagari Muaro Sungai Lolo,” pungkas dia.

