Imbauan Membesarkan Yayasan ACM

oleh -774 views
Imbauan, Yayasan ACM, Apend Arsyad

Ingat firman Allah dalam Al Quran dalam surat Al Baqarah ayat 261, yang terjemahan berbunyi… “Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatkan gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui”.

Kemudian ayat 262 berikutnya, Allah SWT berfirman “Orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infaqkan itu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti (perasaan penerimanya), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati” (QS 2: 262, Terjemahan Al Quran Depag RI thn 2002).

Baca :  Launching Berdirinya Yayasan ACM

Dari kedua ayat Al Quran tersebut, tampak jelas dan tegas bahwa manfaat (fadhillah) bersedeqah hanya satu bulir, maka dia akan bercabang menjadi 7 macam, dan dengan bercabang 7. InsyaAllah, atas iradat Allah akan membuahkan hasil sebanyak 100 bulir, akhirnya manfaat nilai infaq kita akan menjadi 7 x 100 = 700 bulir, yang Allah berikan kepada hambaNya yang sholeh, gemar bersedeqah dan berbuat kebajikan.

Hal ini diibaratkan atau dianalogikan pertambahan bulir itu sebagaimana hidupnya serumpun tanaman yang berkembang biak di muka bumi Allah ini, di lahan yang subur dan hidup manusianya pun akan semakin makmur, rukun dan damai.

Baca :  Launching Berdirinya Yayasan ACM

Begitulah indah dan luhurnya Dinullislam, dimana Rahman dan Rahiemnya Allah SWT kepada hambaNya yang suka dan gemar bersedeqah, berderma (dermawan) dalam kehidupan berkeluarga, berkerabat (berdunsanak) dan hidup bermasyarakat.

Sebaliknya, Allah SWT juga sangat murka, apabila melihat ada hamba-hambaNya atau orang-orang yang suka dan senang menimbun-nimbun harta, pelit, tamak dan bakhil antar sesama manusia, serta enggan berZiswa semasa hidupnya. Tidak mau tahu, masa bodoh dan tak peduli (apatis dan permisif) terhadap kondisi kehidupan warga, para tetangga dan kerabatnya, yang dalam keadaan berkesusahan hidup di masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *