Site icon LEAD.co.id

Ingat Kematian Manusia: Milad 66 Tahun Usiaku

Apendi Arsyad, Piknik, Piknik ke Jepang

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Subhanallah, walhamdulillah, wallahuakbar, Saya merinding mendengar lagu penyanyi “misterius”, sosok yang menutup wajah dan tubuhnya dengan berbusana tertutup ini, seolah-olah spt jazad manusia yang dibungkus kain kapan, sehingga kita tidak tahu siapa gerangan sosok manusia yang tampil menarik di panggung besar, mendendangkan syair lagu “kematian” manusia tsb. Sehubungan dengan itu, saya tertarik.untuk bernarasi, menulis artikel ini, berkebetulan tgl 8 Oktober 2025 adalah hari ulang tahun.(milad) saya yang ke 66 (enam puluh enam tahun), alhamdulillah, Allah SWT berikan umur yang “panjang” insyaAllah, smg dalam rahmat, hidayahNya yang barakallah.Aamin YRAn

Seniman lelaki misteri tsb, bernyanyi dengan lantunan suara yang lirih diiringi, diselingi petikan gitar melodinya yang begitu apik dan atraktif. Subhanallah, bunyi petikan gitar melodinya begitu sangat merdu, mengharukan, membuat para penonton tertegun, penuh haru, dan bahkan mencucurkan air mata.

Kenapa tidak?, Sebab syair lagu “kematian manusia” yang didendangkan penyanyi “misterius”, dinarasikan tentang proses kematian individu manusia, memang runtut diceritakannya, sehingga merinding aroma-bulu kuduk para pendengar dibuatnya, rasa haru, rasa sedih dan mungkin rasa penyesalan barang kali tiba-tiba muncul dalam sanubari masing-masing penonton yang hadir di arenaY hiburan tsb.

Di arena hiburan yang luas, dengan tampilnya penyanyi “misterius”, tampak Raja Dangdut Oma Irama, dan Ratu Dangdut Elvie Sukaesih, yang sempat disorot kamerah, dalam ekspresi wajah yang sedih, sambil menyekat air matanya dengan saputangannya. Begitu juga beberapa orang penonton berada di Tribun Stadion besar itu, mereka dalam sorotan kamera juga ikut terharu dan bersedih mendengar syair lagu penyanyi “misterius”, bercerita mengenai kematian manusia, mulai sejak nyawa melayang dicabut malaikat Izroil, jazad dari sekujur tubuhnya terbaring diselumuti kain seadanya, tidak ada lagi kemewahan dan kemegahan selama hidup.

Kemudian jazad manusia terbaring kaku tak bernyawa, tinggal jazadnya menunggu dikuburkan oleh keluarganya, sedangkan roh manusianya sdh dicabut Malaikat Maut Izroil atas perintah Tuhan Maha Penciptanya, Al Khalik, Allah SWT. Tak berapa lama menunggu, kehadiran para pelayat baik dari keluarga, keluarga maupun handai taulan, berdatangan ke rumah duka, menjenguk jazad yang sedang terbujur di pembaringan, ruang tengah rumahnya, sambil mereka para pelayat mengadahkan tangannya, memohon kepada Allah SWT, agar arwah almarhum/almarhumah dalam keadaan husnul khotimah, dan hendaknya bisa diterima Allah ditempatkan di Surga Jannatunnaim sesuai dengan amal perbuatannya hidup di dunia yang fanah ini.

Para pelayat pun juga selain bersalaman, seraya mendoakan, agar keluarga yang ditinggalkan almarhum/mah diberikan kekuatan lahir dan batin, berupa kesabaran, kertabahan dan bertawakkal kpd Allah semata (tawaqqal illallah).

Dalam narasi lagu “kematian” sosok individu manusia, yang didendangkan penyanyi “misterius” tersebut, juga menceritakan, nasib mayat, di dalam kuburan, jazadnya akan dimakan makhluk hidup seperti Cacing Tanah, dan seterusnya, menyantap daging jazadnya.

Begitulah sedihnya kita mendengar dan menyimak makna demi makna dari syair lagu perjalanan panjang “kematian” manusia di dunia fanah menuju alam baqa. Setelah manusia mati, semuanya terputus segala urusannya di dunia, diantaranya segala kegemerlapan kehidupan menjadi sirna, kekuasaan dan kepopularitasan pun hilang, wajah cantik dan ganteng yang menawan yang kita bangga-banggakan dalam pergaulan sesama dalam kehidupan di dunia, tidak lagi bertahan ada, pupus dimakan cacing tanah di dalam kubur, dan ruang kamar tidur dan ruang tamu serta ruang keluarga, tempat bercanda, riang gembira, sudah hilang, kini berpindah ke ruang sempit nan gelap di pusaranya, serta semasa hidup manusia mempunyai banyak teman, saudara, kerabat dan para pengikut serta para pengagum (fan, jika dia sosok artis, atau politisi) yang menyenangkan dan mengembirakan.

Kini, setelah mati, menjadi mayat dan jasadnya terbujur di pembaringan, berada di alam Barzah, tinggallah seorang diri, sendirian, dan seterusnya..lirik lagunya memang sangat menyedihkan. Apa yang kita banggakan, sayangi, cintai selama ini berupa wujud harta, tahta dan wanita/pria selama menjalani kehidupan di dunia yang fana ini, semuanya setelah mati.(maot, bahasa Sundanya) menjadi sirna, punah dan menghilang dalam gengaman kita manusia.
Apa-apa yang dinarasikan kejadian dan perjalanan hidup dan setelah kematian seperti diungkapkan dalam syair lagi “kematian” manusia oleh penyanyi “misterius” itu, memang benar adanya (the fact, the truth) yang tak terbantahkan, pasti bakal terjadi pada setiap makhluk yang bernyawa, sebagaimana firman Allah SWT dalam sejumlah ayat dalam kitab suci Al Quran bahwa.. “setiap yang bernyawa pasti menemui, mengalami kematian”. Menurut ajaran Islam (DinnulIslam) berdasarkan QnS bahwa kematian adalah jalan panjang arwah manusiaan menuju keharibaanNya menghadap Tuhan Yang Maha Pencipta, Maha Pemilik dan Maha Besar, Allah SWT, serta semua manusia akan ditimbang (mizan) pahala vs dosanya untuk menghadap Allah SWT, tanpa kecuali, pilihan hanya diterima di Surgajannatunnaim (salam, kebahagiaan) atau versusnya Nerakajahannam (azab, kesengsaraan).

Jadi lagu “kematian” yang didendangkan penyanyi “misterius”, itu merupakan bentuk nyata hukum Allah (sunnatullah), dan dapat dijadikan sebagai pelajaran dan pengingat kita atas kebesaran Allah SWT, dengan sifat Asma HulnaNya, dan dalam kehidupan kita didunia agar menjalankan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT secara khusuk dan tawadduak.

Bahwa, ingat dalam Al Quran, Allah SWT telah memfirmankan bahwa manusia yang hidup di alam dunia adalah salah satu makhluk ciptaanNya, hanya tugasnya mengabdi kepada Allah (hamba Allah, beribadah), fungsi dan perannya sebagai pengelola dan pemimpin, Khalifah di bumi (fil ard) karena pu nya otak (akal) dan hati (qalbunsalim), tujuan hidupnya mencari Ridho Allah (mardatillah) semata-mata, dengan hidup beraqidah Tauhidullah..”Laillahaillallah, Muhammadar Rasulullullah”, tiada Tuhan Selain.Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah”. Janganlah Kita manusia menjadi musrik, apalagi kafirun, fasik dan munafik, astaghfirullahalaziem.

Oleh karena itu, jika kita manusia berkeinginan dan bercita-cita hidup selamat di alam dunia, dan akan menuju ke alam akhirat dengan selamat, agar bisa lolos masuk ke Surgajannatunnaim, bukan Neraka Jahannam, nauzubillahi minzalik, maka kita manusia berpegang teguhlah pada Tali Agama Allah SWT, DinnulIslam yakni Al Quran dan Sunnah Rasulullah (QnS) sebagai jalan dan pedoman keselamatan. Hal demikian itu sejalan dengan harapan dan fitrah manusia mukmin dan mukminat sebagaimana doa mereka selaku Hamba Allah, setiap sholat fardhu dan sunnah, berucap dengan keikhlasan, rendah hati.dan penuh harap… “Rabbaba atina fiddunnya hasanah, wafilakhirotih hasanah waaqina azabannar”, Aamiin3 YRA.***

Demikian narasi tentang pelajaran hidup manusia menghadapi “kematian” yang didendangkan penyanyi “misterius” yang videonya sudah viral di medsos. Kita sebagai manusia cerdas, berakal based on qalbun salimnya, maka hendaknya bisa menarik sebuah pelajaran (a lesson learned) untuk memperbaiki pola perilaku kita, berakhlaq mulia (akhlaqul karimah) sebagai manusia ciptaan Allah SWT yang lebih sempurna apabila dibandingkan makhluk Allah lainnya, agar berada pada jalan keselamatan, jalan yang lurus (sirotol mustaqiem) dan kita diberi kekuatan untuk menghindar dan terhindar serta menjauh dari perbuatan sesat dan menyesatkan yang dipengaruhi makhluk seitan dan iblis yang terkutuk, nan mereka selalu menggoda manusia dalam kehidupannya di alam dunia untuk bersama seitan dan iblis masuk neraka jahannam, nauzubillahi minzaik.

Demikian narasi tentang ulasan syair lagu “kematian” manusia yang didendangkan penyanyi “misterius” tsb. Semoga kehadiran tulisan saya AA ini, insyaAllah ada manfaatnya, sehingga kita tetap teguh pendirian (istiqomah) dalam naungan DinnulIslam hingga di akhir hayat, husnul khotimah, insyaAllah, dan banyak-banyaklah memohon ampunan (beristifgfar) atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat selama hidup di dunia, dan bertobat secara berkelanjutan, bertaubantan nashuha, tidak lagi mengulangi perbuatan dosanya. InsyaAllah kita selalu dalam Rahmat, Karunia dan HidayahNya..Aamiin YRA..***

Artikel saya AA ini, saya menulisnya sebagai hasil perenungan, mengenang dinamika perjalanan kehidupan saya, yang pada hari ini Rabu 8 Oktober 2025, saya genap berusia 66 tahun (8 Oktober 1959-8 Oktober 2025). Saya pun tak hentinya berdoa, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong hambaNya yang beriman, bertaqwa, gemar beramar makruf nahi mungkar dan mempercayai kehidupan akhirat, hari Kiamat, Aamin YRB.

Gallery and Ecofunopoly, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel.Sindangsari Botim City, West Java, Rabu 8 Oktober 2015.

Penulis adalah Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial dalam Tulisan-tulisannya melalui Media Sosial dalam Rangka ikutserta berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045

Exit mobile version