Intelijen AS Tuduh Rusia dan Iran Ganggu Pilpres

oleh -171 views
Intelijen, AS, Rusia, Iran, Pilpres
Rep. John Ratcliffe, R-TX, saat memberikan kesaksian di depan sidang nominasi Komite Intelijen Senat di Capitol Hill di Washington, AS, 5 Mei 2020. [File: Andrew Harnik / Pool via Reuters]

LEAD.co.id | Pejabat senior intelijen AS menuduh Rusia dan Iran berusaha mengganggu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020. Tuduhan itu disampaikan oleh Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), John Ratcliffe.

“Kami telah mengkonfirmasi bahwa beberapa informasi pendaftaran pemilih telah diperoleh oleh Iran, dan secara terpisah, oleh Rusia,” kata Ratcliffe seperti dikutip Reuters, Rabu (21/10/2020).

Pengumuman dua minggu sebelum pemilihan 3 November, telah meningkatkan kewaspadaan di antara para pejabat tinggi AS. Hal itu karena pihak asing dinilai berusaha merusak kepercayaan Amerika dalam integritas pemungutan suara dan menyebarkan informasi yang salah dalam upaya untuk mempengaruhi hasilnya.

Baca :  Mengejutkan, AS Resmi Mundur dari WHO

Ratcliffe mengatakan bahwa, pejabat pemerintah “telah melihat Iran mengirim email palsu yang dirancang untuk mengintimidasi pemilih, menghasut kerusuhan sosial, dan merusak Presiden Trump.”

Ratcliffe mengacu pada email yang dikirim pada Rabu dan dirancang agar terlihat seperti berasal dari kelompok Pro-Trump Proud Boys, menurut sumber pemerintah.

Badan intelijen AS sebelumnya mengatakan bahwa, Iran mungkin ikut campur untuk menyakiti Trump, dan Rusia berusaha membantunya dalam pemilihan.

Atas tuduhan itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran memanggil utusan Swiss pada hari Kamis untuk memprotes klaim AS yang dianggap “tidak berdasar”.

Baca :  Intelijen dan Covid-19

“Penolakan keras Iran atas klaim berulang, tidak berdasar dan palsu dari pejabat Amerika telah disampaikan kepada duta besar Swiss,” kata juru bicara Kemlu Iran, Saeed Khatibzadeh.

Swiss mewakili kepentingan AS di Iran karena Washington dan Teheran tidak memiliki hubungan diplomatik.

“Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, tidak ada bedanya bagi Iran yang memenangkan pemilihan AS,” tegas Saeed.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov juga membantah tuduhan tersebut. Dia menyatakan bahwa, tuduhan AS tidak berdasar.

“Tuduhan seperti itu muncul setiap hari, tidak berdasar dan tidak didasarkan pada apapun,” kata Dmitry Peskov.

Baca :  Iran dan Turki Mengutuk Serangan Armenia ke Warga Sipil

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *