IPB University Gelar Pelatihan Pengolahan Komoditas Gula Semut Untuk Petani Binaan di Purbalingga

oleh -223 views

PURBALINGGA (LEAD.co.id) |  Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University menyelenggarakan “Pelatihan Teknik Pengolahan Produk Turunan Komoditas Unggulan” di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, Senin (29/9/2025). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada petani mengenai teknik pengolahan produk komoditas unggulan melalui pendekatan agromaritim yang berkelanjutan.

Pelatihan berfokus pada pengolahan komoditas gula semut. Gula semut adalah gula alami berbentuk butiran halus atau bubuk yang terbuat dari nira pohon keluarga palmae, seperti kelapa dan aren. Materi yang dipaparkan mencakup pengolahan produk segar menjadi dry food, proses pengeringan gula, hingga pembuatan gula cair.

Inovator Tjahja Muhandri hadir sebagai ahli dan narasumber utama, menyampaikan materi kepada kelompok petani dari Desa Pakecen, Karangjengkol, dan sekitarnya.
Materi yang dipaparkan mencakup teknik pengelolaan produk pascapanen, pemilihan jenis produk pengolahan yang tepat, teknik pengolahan produk turunan, hingga teknik penyimpanan produk olahan.

Baca :  Mengapa Kehidupan Kaum Tani Kita Miskin dan Terbelakang

Dalam sambutannya, Tjahja menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian. Petani dinilainya perlu memahami rantai nilai dari hulu ke hilir. “Dengan teknik yang tepat, produk lokal seperti singkong, pisang, atau cabai bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik, pasta, atau bumbu instan. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal strategi pemasaran dan keberlanjutan,” ujar Tjahja.

Tokoh pengusaha gula semut, Gunardi, memberikan motivasi serta dukungan nyata pada peserta pelatihan. Gunardi juga berkontribusi dengan menyerahkan 1.300 bibit kelapa genjah entok untuk ditanam di lahan percontohan sekitar Balai Desa. Bibit tersebut berasal dari pohon induk unggul di daerah Lidik, Soma Gede, dan diharapkan dapat mulai berbuah dalam kurun waktu 3–4 tahun.

Baca :  Gema Petani & Popmasepi Gelar Dialog Tani Milenial

Menurut Gunardi, kelapa memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai wahana rekreasi anak sekolah, untuk belajar menanam, belajar deres, belajar panen. Dia juga menyoroti potensi besar gula semut sebagai komoditas ekspor. Saat ini, Gunardi rutin mengekspor dua kontainer gula kelapa per bulan dan tengah menjalin kerja sama dengan mitra Amerika untuk target ekspor hingga 115 ton per bulan.

“Di Amerika dan Eropa, orang sudah beralih dari gula pasir ke gula semut karena dianggap lebih sehat. Harga gula semut bisa mencapai Rp 50 ribu per kilogram di luar negeri. Jadi, para penderes di sini harus dilestarikan,” ungkapnya.

Baca :  LIPI : Asuransi Sebagai Perlindungan Usaha Tani Padi Berkelanjutan

Direktur DPMA IPB, Handian Purwawangsa, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi agromaritim IPB dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa. Dengan semangat kolaboratif dan antusiasme peserta, pelatihan itu menjadi bukti nyata bahwa transformasi desa bukan sekadar wacana, melainkan gerakan menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami percaya bahwa dengan sinergi dan pendampingan yang tepat, potensi lokal bisa menjadi kekuatan nasional,” tutur Handian.