Site icon LEAD.co.id

Jalan Desa Rusak Parah, Mahasiswa Gugat Pemerintah Kabupaten Bima

Jalan Desa, Proyek Jalan, Jalan Rusak, Mahasiswa Menggugat, Pemerintah Daerah, Kabupaten Bima

MAKASSAR (LEAD.co.id) – Para mahasiswa yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Besar Etnis Donggo (KKBED) mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima untuk meningkatkan pemeliharaan Jalan di Kecamatan Donggo yang mengalami Kerusakan cukup parah.

Kondisi jalan di Desa O’o, Desa Kala, Desa Kamunti dan Desa Ndano Kecamatan Donggo diketahui mengalami rusak parah, banyak kubangan besar di sepanjang jalan. Hal itu dinilai mencerminkan ketidakhadiran Pemerintah yang juga tidak menghargai masyarakat.

Padahal, sejak tahun 2016 hingga 2019, Pemerintah setempat telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 527,835 miliar untuk pembangunan jalan, termasuk untuk pemeliharaan. Karenanya, Bupati Bima diminta untuk mengevaluasi kinerja Dinas PUPR selaku penanggung jawab anggaran proyek tersebut.

“Mendesak Bupati dan Wakil Bupati Bima Melakukan Evaluasi Total Dinas PUPR yang Diduga Menimbun Anggaran Rehabilitasi dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Tahun 2016-2020,” tegas Herman selaku Humas dan Advokasi KKBED dalam siaran pers, pada Kamis (22/7/2021).

Pihaknya menilai bahwa, Pemda Bima hanya menggunakan anggaran untuk peningkatan jalan saja jika merujuk data dari LKPJ Bupati Bima 2016-2019. Karenanya, beberapa ruas jalan mengalami kerusakan setiap tahun.

Pihaknya juga mendesak Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD Dapil III untuk melaksakan tugasnya dengan baik dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terlayani.

Lebih lanjut Herman mengungkapkan, pada tahun 2020 Pemkab Bima berdalih untuk jalan lintas Desa Ndano Nae dan 150 Meter jalan di sekitaran Masjid Desa O’o merupakan pembangunan prioritas IDP Dahlan.

Pemkab sebelumnya menyatakan sudah mengalokasikan anggaran pengaspalan melalui APBD Murni 2020, namun terkendala Covid-19. Pemkab juga menyatakan telah mengusulkan melalui APBD-P 2020.

“Sampai hari ini, jalan itu belum diperbaiki, belum lagi kondisi jalan yang belum dilihat Pemkab yang kerusakan juga sangat menghawatirkan, di Desa Kala dan Desa Kamunti,” beber Herman.

Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version