Site icon LEAD.co.id

Jasmerah Peristiwa G 30 S, Tetap Eling dan Waspodo

Apendi Arsyad, Menolak Lupa, PKI, NKRI

Diorama tragedi G 30 S/PKI di museum Pengkhianatan PKI

Oleh: Dr Apendi Aesyad

Dengan menonton beberapa video tentang peristiwa berdarah, penghianatan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, terjadi pada tahun 1948 di Madiun dan 1965 di Jakarta, maka kita mendapat sesuatu pembelajaran dan pendidikan sejarah, agar kita sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang baik, benar dan senantiasa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetaplah diingatkan dan disadarkan atas kekejaman dan kebiadaban yang pernah terjadi.

Sejarah kelam penghianatan Gerakan 30 September (30-S) PKI, sebagai bahan pelajaran (lesson learned, iktibar, contoh nyata, bukan halusinasi apalagi fiksi) bagi semua para pemangku kepentingan (stakeholders) negara-bangsa NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Asli yang ditetapkan tgl 18 Agustus 1945.

“Jasmerah”, jangan melupakan sejarah…ujar Bung Karno, pemimpin Revolusi dan Bapak Proklamator Indonesia 17-8-1945, jika kita ingin menjadi NKRI yang besar dan bermartabat serta berkemajuan. Jasmerah, itu merupakan prasyarat mutlak.

Jujur kita berkata bahwa satu dasa warsa atau
sepuluh tahun terakhir perjalanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tampak ada gejala-gejala sosial negatif yang terjadi dan tengah berlangsung di Republik ini, dengan sejumlah data dan fakta berdasarkan parameter dan indikator ipoleksosbudhankam. Simpulannya, kian tampaknya adanya keinginan segelintir orang di era pasca Reformasi disertai “Repotnasi”, terutama keturunan kader PKI dan atau simpatisan PKI berkehendak mengulangi sejarah kelam tsb, setelah kejatuhan regim Orba yang dipimpin bpk Jenderal Besar Purn Soeharto yang telah sukses menumpas G30 S PKI.

PKI sebagai parpol yang berideologi komunisme tetap harus dan wajib diwaspadai secara laten dan manifes masih tetap ada. Mayoritas umat Islam Indonesia bersama TNI AD harus tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal keberlangsungan dan keberlanjutan negara-bangsa Indonesia Raya yang sama-sama kita cintai ini. Janganlah lengah, dan teruslah ingat -waspada dan berjuang untuk membela kebenaran dan keadilan based on ke 5 Sila Pancasila. Dan Pancasila haruslah tetap menjadi pandangan hidup (way of life) dan ideologi yang hidup (spiritualisme, moraliras dan etik) untuk mewujudkan cita-cita dan 4 tujuan bernegara sebagaimana Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4.

Akhirulkalam, semoga narasi singkat mengenang sejarah kelam RI peristiwa berdarah 30S-PKI yang pernah terjadi agar tidak terulang kembali. Setiap generasi, terutama generasi millenial (genZi), harus dan wajiblah belajar sejarah dinamika perjalanan negara-bangsa (nation state) Indonesia, agar tahu dan paham secara rasional dan objektif, bahwa setiap paham dan ideologi yang menjauhi dan memusuhi ajaran agama, terutama DinnulIslam based on QnS, tidak sesuai dan bertentangan dengan bunyi aliniea ke 2 Pembukaan UUD 1945 bahwa Kemerdekaan Indonesia itu atas Rahmat dan anugerah Allah SWT. Artinya bahwa mereka-mereka yang hidup tak berTuhan (ateis dan komunisme) berpotensi dan bermanifestasi selaku penghianat negara-bangsa Indonesia.

Demikian itu fakta sejarah yang tak terbantahkan, bukti sejumlah Jenderal TNI dibunuh secara biadab oleh PKI dibawa kepemimpinan Aidit, dan sebelumnya Muso peristiwa kelam di Madiun dengan membantai para ulama dan menyerang santri di Pondok Pesantren. Itu sejarah, yang harus jangan dilupakan di dalam memori kita sebagai warga bangsa Indonesia, tetaplah “eling dan waspodo” terhadap bahaya dan ancaman eks PKI.

Sekian dan terimakasih atas perhatian dan kerjasama dalam mengedukasi sejarah bagi anak bangsa dalam menghadapi era destrupsi di era digital-millenial yang penuh tantangan.

Gallery and Ecofunworksop, Kp Wangun Atas RT 06 RW 01 Kel Sindangsari Botim City West Java, Kamis 1 Oktober 2026

Penulis adalah Salah seorang Pendiri ICMI di Malang thn 1990, Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda Bogor thn 1986-2024, Konsultan, Pegiat dan Pemerhati serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-tulisannya di Media Sosial dalam rangka mensukseskan perwujudan Visi dan Misi Indonesia Emas tahun 2045

Exit mobile version