Site icon LEAD.co.id

Jokowi Tolak Pesawat Pengintai AS Mendarat di Indonesia

Presiden, Jokowi, Pesawat, AS, Indonesia

Penampakan pesawat Boeing P-8 Poseidon saat Peringatan 100 tahun Spanish Naval Aviation, di Spanyol selatan, 16 September 2017. [Foto: Reuters/ Jon Nazca]

LEAD.co.id | Presiden Jokowi menolak proposal Amerika Serikat (AS) untuk mengizinkan pesawat pengintai maritim P-8 Poseidon mendarat dan mengisi bahan bakar di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh empat pejabat senior Indonesia seperti dikutip Reuters, pada Selasa (20/10/2020).

Sumber tersebut melaporkan bahwa, para pejabat AS telah membuat pendekatan “tingkat tinggi” kepada Menteri Pertahanan dan Mentari Luar Negeri Indonesia sebelum mendapat penolakan dari presiden Indonesia, Joko Widodo.

Baik pihak AS maupun Indonesia, belum memberikan tanggapan apapun. Perwakilan Departemen Pertahanan AS dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi juga menolak untuk berkomentar.

Meski demikian, Menlu Retno menyatakan bahwa, negara Indonesia memiliki hubungan ekonomi dan investasi yang berkembang dengan China. Ia tidak ingin berpihak di tengah konflik karena khawatir dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut.

“Kami tidak ingin terjebak persaingan ini,” kata Retno dalam wawancara eksklusif dengan Reuters pada awal September lalu.

Indonesia disebut memiliki netralitas kebijakan luar negeri (politik bebas aktif) yang sudah lama ada. “Negara itu tidak pernah mengizinkan militer asing beroperasi di sana,” sebut Pejabat Indonesia seperti dikutip Reuters.

Pesawat P-8 memainkan peran sentral dalam mengawasi aktivitas militer China di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim oleh Beijing sebagai wilayah kedaulatan. Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei memiliki klaim tandingan atas perairan yang kaya sumber daya itu, yang dilalui perdagangan senilai $ 3 triliun setiap tahun.

Indonesia bukan penuntut resmi di jalur laut yang strategis, tetapi menganggap memiliki hak atas sebagian Laut Cina Selatan. China secara teratur telah mengusir kapal penjaga pantai dan kapal nelayan dari daerah yang diklaim memiliki sejarah.

AS baru-baru ini menggunakan pangkalan militer di Singapura, Filipina, dan Malaysia untuk mengoperasikan penerbangan P-8 di atas Laut Cina Selatan, kata analis militer.
China telah meningkatkan latihan militer tahun ini, sementara AS telah meningkatkan tempo operasi navigasi, penyebaran kapal selam, dan penerbangan pengawasan.

Pesawat P-8, dengan radar canggih, kamera definisi tinggi, dan sensor akustik, telah memetakan pulau, permukaan, dan alam bawah laut di Laut China Selatan setidaknya selama enam tahun.

Saat membawa sonobuoy dan rudal, pesawat dapat mendeteksi dan menyerang kapal dan kapal selam dari jarak jauh. Ia juga memiliki sistem komunikasi yang memungkinkannya untuk mengendalikan pesawat tanpa awak.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters

Exit mobile version